Dana P2BMP Pemkab Bantul Fokus Pembangunan 3 Bidang di Padukuhan, Berikut Sasarannya

photo author
Yusron Mustaqim, Harian Merapi
- Rabu, 6 Maret 2024 | 06:30 WIB
Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo saat kegiatan review program P2BMP di Gedung Induk Lantai 3 Pemkab Bantul. (Foto-Yusron Mustaqim)
Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo saat kegiatan review program P2BMP di Gedung Induk Lantai 3 Pemkab Bantul. (Foto-Yusron Mustaqim)

HARIAN MERAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul kembali menggelontorkan dana Program Pembangunan Berbasis Masyarakat Padukuhan (P2BMP) tahun 2024.

Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membangun masyarakat ditingkat padukuhan.

Untuk itu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul melakukan review kesesuaian penggunaan anggaran PPBMP masing-masing pedukuhan sebesar Rp 50 juta.

Baca Juga: KONI DIY Usulkan Nominal Bonus Atlet Peraih Medali PON 2024 Bertambah, Ini Besarannya

"Untuk itu dalam evaluasi dan review ini kami akan menyesuaikan penggunaan anggaran tersebut," ujar Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Novi Astuti di sela-sela Kegiatan Review P2BMP di Gedung Induk Lantai 3 Pemkab Bantul, Selasa (5/3/2024).

Untuk tahun ini sebanyak 933 padukuhan di Kabupaten Bantul akan menerima anggaran senilai Rp 50 juta.

Bantuan tersebut agar dimanfaatkan untuk mengatasi masalah tiga bidang mulai dari pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup.

Baca Juga: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menerima penghargaan Baznas Awards tahun 2024

Sementara Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo, mengungkapkan, dari hasil evaluasi dan review P2BMP akan ditindaklanjuti dengan rekomendasi penggunaan anggaran sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Dengan begitu diharapkan dana P2BMP yang disalurkan akan tepat sasaran.

Untuk itu pemanfaatan dana P2BMP apakah harus dibagi tiga menang tidak ada ketentuan atau aturan.

Karena kemungkinan porsi pendidikan biasa saja lebih besar seperti untuk meningkatkan program pendidikan anak usia dini (PAUD) atau masalah kesehatan seperti stunting daripada pembangunan fisik.

"Jadi setiap padukuhan masing-masing program bisa jadi berbeda. Pemkab hanya ingin anggaran yang disalurkan benar-benar tepat sasaran," terang Joko Purnomo.*

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X