"Secara umum, strategi pengawasan hoaks terdiri dari patroli pengawasan siber (bekerja sama dengan Kemenkominfo), pemantauan pemberitaan baik melalui portal Intelligent Media Monitoring (https://imm.bawaslu.go.id/) maupun media lainnya, dan kerja sama dengan koalisi masyarakat sipil," ujarnya.
Adapun strategi pencegahan pelanggaran hoaks pemilu dilakukan melalui tujuh bentuk pencegahan. Berdasarkan data pencegahan dari seluruh pengawas pemilu pada tahun 2023 pada laman https://formpencegahan.bawaslu.go.id/ per 28 November 2023 sebanyak 45.023 aktivitas, dengan rincian sebagai berikut:
Baca Juga: Pemerintah beri perhatian khusus bagi guru daerah 3T, ini skenario yang disiapkan
a. 9.160 identifikasi kerawanan;
b. 12.314 naskah dinas (imbauan, edaran, instruksi);
c. 1.320 pendidikan;
d. 1.549 kerja sama;
e. 1.518 aktivitas partisipasi masyarakat;
f. 2.778 publikasi; dan
g. 16.384 kegiatan lainnya.
Bawaslu mengimbau peserta pemilu, pejabat negara, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan hoaks pemilu, serta menyampaikan informasi/aduan/laporan jika menemukan konten internet yang melanggar.
Baca Juga: Oknum guru ngaji cabul, begini nasib korbannya
Ia berharap Pemilu 2024 dapat berjalan dengan jujur, adil, demokratis, aman, damai, dan jauh dari informasi yang keliru dan menyesatkan.*