Ikan sapu-sapu, Pram dan ekosistem lingkungan

photo author
Widyo Suprayogi, Harian Merapi
- Selasa, 14 April 2026 | 16:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026). ( ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026). ( ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)

HARIAN MERAPI - Banyaknya piopulasi ikan sapu sapu di ibu kota menjadi perhatian khusus Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pram, demikian Gubernur DKI Jakarta itu biasa disapa, menyatakan bahwa ikan sapu sapu dinilai mengganggu ekosistem lingkungan.

Bahkan alam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu.

"Saya akan minta seluruh wali kota, kalau di Pulau Seribu enggak lah, untuk menangani ini,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (14/4/2025).

Menurut Pram, penanganan ikan sapu-sapu di kawasan Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, merupakan contoh keseriusan Pemprov DKI untuk mengatasi persoalan tersebut.

Baca Juga: Inilah efek vape hingga mendorong remaja beralih ke rokok

Pramono menilai efek dari banyaknya populasi ikan sapu-sapu itu mulai terasa, mengingat ikan tersebut menjadi predator bagi ikan lokal lainnya.

“Apalagi ini kan ikan yang berasal dari Amerika Selatan, mereka sangat kuat dan menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya. Makanannya diambil semua dan mereka merusak tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana,” jelas Pramono seperti dilansir Antara.

Oleh karenanya, ia ingin seluruh jajaran Pemprov DKI menangani persoalan ikan sapu-sapu ini secara serius.

Ia berharap Jakarta bisa menjadi contoh atau role model bagi daerah lain dalam penanganan ikan sapu-sapu.

Baca Juga: Usai Bertemu Putin di Moskow, Prabowo Terbang ke Paris Temui Emmanuel Macron

Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP Pemprov DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan permasalahan ikan sapu-sapu ini bukan hal yang baru setelah persoalan itu diselesaikan di kali Ciliwung.

Dia mengatakan setelah pembersihan dan penangkapan, ikan sapu-sapu tersebut dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur.

"Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur karena daya tahan ikan sapu-sapu ini memang jika tidak dipastikan mati maka bisa hidup tanpa berada di air," kata Hasudungan.(*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ikan sapu-sapu, Pram dan ekosistem lingkungan

Selasa, 14 April 2026 | 16:00 WIB
X