Bahlil akui sebagai orang pertama yang gulirkan isu penundaan pemilu, ini alasannya

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Minggu, 29 Oktober 2023 | 06:00 WIB
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Bakal Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, Bahlil Lahadalia (tengah) usai Deklrasi Dukungan Penerus Negeri di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (28/10/2023). ( ANTARA/Sanya Dinda)
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Bakal Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, Bahlil Lahadalia (tengah) usai Deklrasi Dukungan Penerus Negeri di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (28/10/2023). ( ANTARA/Sanya Dinda)



HARIAN MERAPI - Sempat beredar kabar atau isu penundaan Pemilu 2024. Publik belum mengetahui siapa yang menggulirkan isu tersebut.


Ternyata isu penundaan Pemilu 2024 digulirkan oleh Bahlil Lahadalia yang kini menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran .


Bahlil Lahadalia mengakui terus terang bahwa isu penundaan Pemilu 2024 datang dari dirinya, bukan dari siapapun.

Baca Juga: Saguri mendapatkan harta kekayaan dengan cara tidak halal hingga harus berakhir dengan cara tragis

"Saya mau sampaikan ya, yang ngomong pertama tentang isu penundaan pemilu itu namanya Bahlil Lahadalia. Buka itu di semua media, dan saya tidak pernah diperintah oleh siapapun," kata Bahlil saat menghadiri deklarasi dukungan relawan Penerus Negeri di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu.

Politisi Partai Golkar itu menerangkan bahwa dirinya mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda untuk menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia saat pandemi Covid-19 tahun 2021. Dia menjelaskan saat itu sebagian besar aspirasi dari dunia usaha menyarankan kalau bisa Pemilu 2024 ditunda.

Namun menurut dia, gagasan tersebut bisa diimplementasikan apabila sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Humas Polda DIY peringati HUT ke-72 gelar silaturahmi dengan wartawan lewat acara mancing bersama di Kalasan

"Tapi saya katakan bahwa itu harus ada aturannya, silahkan aspirasi itu diserahkan kepada parlemen dan hukum memungkinkan atau tidak. Kalau memungkinkan, ya monggo, kalau tidak, ya tidak usah," ujarnya.

Dia mengaku tidak tahu mengapa isu tersebut kembali ramai dibicarakan, padahal dirinya tidak mencalonkan diri sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memastikan Presiden RI Joko Widodo tidak pernah meminta perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Enggak, enggak pernah. Setahu saya enggak pernah beliau meminta untuk perpanjangan tiga periode," kata Puan Maharani di Jakarta, Rabu (25/10).

Baca Juga: Ustaz muda mengalami kejadian misteri ketika ban bocor di tengah hutan karet menuju desa di pedalaman

Sesuai dengan konstitusi, kata Puan, presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

"Jika kemudian ada perpanjangan masa jabatan itu, mekanismenya dari mana? Kemudian seperti apa?" kata Puan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ikan sapu-sapu, Pram dan ekosistem lingkungan

Selasa, 14 April 2026 | 16:00 WIB
X