HARIAN MERAPI - Tahukah Anda perbedaan kelumpuhan TBC tulang dengan kasus polio ?
Keduanya sangat berbeda, namun semua dapat dicegah, begini penjelasan dokter.
Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Departemen Ilmu Kesehatan Anak Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), kelumpuhan pada tuberkulosis (TB) tulang belakang tidak sama dengan kasus polio.
Baca Juga: Kenapa generasi milenial sangat meminati mobil bekas? Ternyata ini jawabannya...
Itu dijelaskan kepada kader posyandu agar tidak salah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Jakarta Pusat, Selasa.
"Kalau polio, dia bisa lumpuh tapi lumpuhnya mendadak dan itu enggak bisa disembuhkan. Kalau TBC tulang penyakit terakhir, karena kalau TBC itu awal yang kena itu paru-paru, kalau enggak diobati, lama-lama jadi TBC tulang," kata Rini di Gedung Ikatan Dokter Anak Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan, kelumpuhan bisa terjadi pada TBC berat, misalnya TBC tulang belakang.
Namun, kelumpuhan karena TBC tulang belakang dapat dicegah sejak dini dengan imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG).
"Imunisasi BCG itu pencegahan untuk TBC berat, ini bisa diberikan saat usia anak 0-1 bulan dengan cara suntikan di lengan kanan atas, itu BCG," kata Rini.
Baca Juga: Inilah beragam tawaran yang diberikan Hyundai STARGAZER pada GIIAS 2024
Anak yang sudah disuntik BCG biasanya menimbulkan efek samping berupa benjolan mengeras yang muncul setelah penyuntikan yang disebut "scar BCG". Bekas luka kecil itu umumnya akan memudar dalam beberapa minggu.
Imunisasi BCG dan polio penting untuk melindungi bayi dari penyakit berbahaya. Pastikan bayi mendapatkan semua dosis imunisasi secara lengkap dan sesuai dengan jadwal yang dianjurkan.
Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai imunisasi yang efektif mencegah penyakit yang mengakibatkan kelumpuhan permanen itu.
Baca Juga: Kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur secara daring, transaksi capai Rp9 miliar