Inilah empat tahapan siklus tidur yang normal, simak penjelasan dokter

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Jumat, 11 Juli 2025 | 09:30 WIB
Tangkapan layar-Konsultan Psikiatri Geriatri lulusan Universitas Indonesia dr. Tiur Sihombing, Sp.KJ (K) menjelaskan terkait tahapan dalam siklus tidur normal dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (10/7/2025).  (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Tangkapan layar-Konsultan Psikiatri Geriatri lulusan Universitas Indonesia dr. Tiur Sihombing, Sp.KJ (K) menjelaskan terkait tahapan dalam siklus tidur normal dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (10/7/2025). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)



HARIAN MERAPI - Tidur yang normal dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.


Siklus tidur yang normal terbagi dalam empat tahapan dan bisa dialami semua orang, termasuk lansia.


Konsultan Psikiatri Geriatri lulusan Universitas Indonesia dr. Tiur Sihombing, Sp.KJ (K) mengatakan bahwa siklus tidur yang normal umumnya dapat dibagi ke dalam empat tahap.

Baca Juga: Viral Wanita Lompat dari Lantai 19 Kalibata City, Polisi: Kaget Temukan Orang Tak Dikenal di Kamar

"Tidur yang normal bisa dialami semua, tidak hanya lansia ini terjadi pada bayi, dewasa muda. Jadi waktu kita tidur tubuh mengalami empat tahap tidur, ada tahapan-tahapannya," kata Tiur dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Psikiater yang praktik di RSKD Duren Sawit itu mengatakan keempat tahapan itu dihitung menjadi satu siklus yang durasinya bervariasi antara 1,5 sampai 2 jam. Durasi yang dimiliki setiap orang dikatakannya berbeda-beda.

Tahap pertama biasa disebut non-rapid eye movement atau non-REM 1 (NREM-1) yang berlangsung selama 5-10 menit. Pada tahap ini seseorang sudah tertidur dan memejamkan mata. Kondisi pada tahap ini detak jantung dan pernapasan mulai melambat, otot mulai merasakan rileks.

NREM-1 masih memungkinkan seseorang terbangun, misalnya akibat adanya suara bising, suara bayi menangis atau mendengar suara pintu terbuka.

Baca Juga: Bacakan Nota Pembelaan, Hasto Kristiyanto Sebut Penolakan Timnas Israel Jadi Awal Kriminalisasi Terhadap Dirinya

Masuk ke NREM-2 yakni tahap tertidur ringan, detak jantung dan pernapasan akan semakin melambat. Suhu tubuh ikut turun dan mulai tidak ada gerakan mata. Tahap ini berlangsung sekitar 20-25 menit.

Kemudian ditahap NREM-3, tidur akan jauh lebih nyenyak dengan kondisi detak jantung dan pernapasan berada pada tingkat paling lambat. Tubuh sudah sepenuhnya rileks tanpa adanya gerakan mata.

"Di sinilah terjadi perbaikan jaringan regenerasi sel sistem kekebalan tubuh, menguat, ini berlangsung sekitar 20 sampai 40 menit, sudah mulai enggak bisa dibangunkan ya, agak sulit saking sudah pulas," ujar Tiur.

Tahap terakhir yakni tahapan tidur gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Di tahap ini seseorang akan mengalami detak jantung dan pernapasan yang meningkat, gerakan mata jadi cepat, otot menjadi rileks seperti lumpuh sementara dan aktivitas otak dapat meningkat.

Baca Juga: Heboh Aksi Jambret Rp300 Juta di Depok: Pelaku Tertangkap, Nyaris Habis Dikeroyok Warga

Di sini tidak semua orang dapat bermimpi dan fasenya berlangsung kurang lebih 10 menit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X