Ini peran orang tua untuk mencegah perundungan, begini kata psikolog

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Minggu, 25 Februari 2024 | 08:30 WIB
Arsip foto - Siswa mengikuti aksi cap tangan saat deklarasi anti bullying di SMP Lazuardi Kamila Global Compassianote School (SCS) Solo, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024). ( ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Arsip foto - Siswa mengikuti aksi cap tangan saat deklarasi anti bullying di SMP Lazuardi Kamila Global Compassianote School (SCS) Solo, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024). ( ANTARA FOTO/Maulana Surya)

HARIAN MERAPI - Orang tua harus mencegah agar anak tidak melakukan perundungan.


Perundungan cenderung berniat menyakiti orang lain, sehingga tak sekadar bercanda.


Hal ini diingatkan psikolog klinis Annisa Mega Radyani, M. Psi., saat dihubungi ANTARA, Sabtu.

Baca Juga: AHY sebut bahwa penyerobotan lahan oleh mafia menjadi tantangan terbesar Kementerian ATR, ini yang akan dilakukannya


Ia menyebutkan perbedaan mendasar antara tindakan perundungan dengan bercanda yakni terdapat pada niat atau intensi pelaku kepada korban, sementara perundungan cenderung berniat untuk menyakiti orang lain.

"Ada intensi atau ada niat untuk menyakitinya (korban perundungan). Jadi, secara jelas orang tersebut ada keinginan untuk membuat orang lain itu tidak nyaman, membuat orang lain itu terluka jadi ada intensi seperti itu," kata Annisa, lulusan magister psikologi Universitas Indonesia.

Sementara tindakan yang bersifat candaan hanya didasari motif sebatas ingin bersenda gurau dengan teman tanpa ada niat untuk menyakiti atau membuat orang lain tidak nyaman.

Annisa juga menyebutkan tindakan perundungan juga secara spesifik dilakukan kepada orang atau kelompok tertentu dan terjadi secara berulang-ulang.

Baca Juga: Ramalan cinta zodiak Aquarius dan Pisces Minggu 25 Februari 2024 ajak belahan jiwa Anda ke percakapan yang jujur

"Bullying (perundungan) itu memang tidak hanya sekali atau dua kali tapi ketika itu terjadi berulang kali dan dalam waktu berdekatan," ujar Annisa.

Orang tua berperan penting dalam mendidik anak guna mencegah sifat perundung timbul dalam diri anaknya salah satunya dengan mengajarkan perbedaan antara tindakan yang bersifat candaan dan yang menjurus kepada perilaku perundungan.

"Artinya dari orang tua atau keluarga penting sekali mendidik anak sejak dini untuk memahami apa, sih, bullying (perundungan) itu? Apa, sih, bedanya bullying dan bercanda? Perilaku apa aja sih yang udah disebut sebagai bullying?," ucap dia.

Selain itu, orang tua juga didorong untuk mengajarkan konsekuensi dari setiap perbuatan yang dilakukan oleh anaknya. Annisa mengatakan orang tua juga perlu tegas dalam menyampaikan kepada anak hal mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Baca Juga: Peruntungan horoskop Shio Babi sepekan mulai Minggu 25 Februari 2024, energi Anda diperbarui

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X