"Ayo pulang Juki, kedua orangtuamu mencarimu dari tadi," ajak Pak Kadi.
Si Juki tak menjawab. Pak Kadi pun mengulang kembali ajakannya. Si Juki tetap hanya diam saja.
Baca Juga: Horor kerasukan roh wanita nakal yang marah 3: Penyakit sembuh namun masih stres seperti orang gila
Gagal membujuk si Juki untuk pulang, Pak Kadi bergegas menuju ke kampung.
Ia menemui orangtua si Juki dan warga desa yang masih bingung mencari-cari.
"Pak...pak, si Juki ada di seberang sungi pojok kampung. Ia duduk di bawah pohon randu, saya ajak pulang tidak mau," kata Pak Kadi tergopoh-gopoh.
Mendapat kabar dari Pak Kadi, seluruh warga kampung pun berbondong-bondong ke tempat yang dimaksud.
Mereka tahu, tempat tersebut memang dikenal wingit dan tidak sembarang orang berani ke sana.
Namun sampai di tempat, hanya ada sepeda yang tergeletak. Mereka tak menemukan si Juki.
Baca Juga: Horor kerasukan roh wanita nakal yang marah 4: Baru bisa pulih setelah diberi sesaji bunga 7 rupa
Ketika melihat sepedanya, kedua orangtua si Juki langsung tahu itu sepeda milik anaknya.
Semua orang memanggil-manggil nama Juki, tapi si anak tidak juga muncul.
Pak Kadi lalu bercerita kalau tadi ia sempat melihat si Juki di samping sepeda itu.
Kemudian mengajaknya ngobrol tapi tak ada respon, si Juki hanya diam saja.
Orangtua si Juki hanya bisa terdiam. Ia sedih mendengar cerita Pak Kadi.
Tiba-tiba orang yang berkumpul di dekat sepeda kaget mendengar ada yang berteriak, "Haii... si Juki ada di sini."