• Rabu, 5 Oktober 2022

Misteri Penampakan Roh Mbok Rondho yang Dibunuh karena Tak Mau Jadi Budak Nafsu Tentara Jepang

- Kamis, 23 Desember 2021 | 10:05 WIB
Mbok Rondho Pandhansari selalu menolak untuk dijadikan budak nafsu tentara Jepang. (Ilustrasi Pramono Estu)
Mbok Rondho Pandhansari selalu menolak untuk dijadikan budak nafsu tentara Jepang. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Pada zaman penjajahan, banyak perempuan yang menjadi budak nafsu tentara Jepang. Namun Mbok Rondho Pandhansari menolak sehingga dibunuh. Hingga kini masih sering ada misteri penampakan roh Mbok Rondho di bawah pohon kemuning.

Sebagai warga baru di kampung Pakis, Pak Saman menjajakan dagangan baksonya hingga malam di dekat perempatan jalan kampung.

Suatu saat ia terlongong-longong, heran. Kemarin keadaannya tidak seperti ini? Bangunan Rusunawa dekat perempatan itu kemana kok tidak ada?

Baca Juga: Cerita Misteri Mencari Pesugihan dengan Mencuri Kain Kafan Orang Meninggal di Hari Jumat Kliwon

Malah di tempat itu ditumbuhi pohon kemuning dan di bawahnya ada yang berjualan nasi? Siapakah wanita penjual nasi itu?

Sampai beberapa hari Pak Saman tak habis pikir soal kejadian malam itu. Berkali-kali dia meyakinkan tempat itu.

Ternyata memang benar-benar sudah dibangun Rusunuwa dan pohon kemuning yang dilihatnya beberapa malam yang lalu itu tidak ada. Apalagi wanita cantik penjual nasi sama sekali tidak pernah muncul lagi.

Baca Juga: Doa Saat Susah Tidur, Penting Diketahui untuk Insomnia

"Mestinya kan tidak mungkin Pak. Sebab di dekat perempatan itu sudah dibangun Rusunawa?" tanya Pak Saman kepada Pak RT ketika bertemu di Musala selesai jamaah Maghrib.

Pak RT tersenyum memandangi warga barunya itu. "Apa sampeyan benar-benar melihat pohon kemuningnya juga tumbuh di situ?"

"Ya, Pak RT. Wanita itu jualan nasi dengan lincak kecil di bawah pohon Kemuning yang sedang berbunga. Ia duduk dengan baju kebaya hijau, dan wajahnya lumayan cantik. Beberapa orang lelaki duduk sambil menyangga pincuk, makan dengan lahapnya."

Baca Juga: Bukan Cinta Sejati 23: Anak Kecil Ketakutan Setelah Memergoki Ibu Sedang Berbuat Tak Senonoh

"Ketika aku mencoba memukuli mangkok dengan sendok menawarkan bakso, tiba-tiba salah seorang yang berpakaian serdadu Jepang berdiri, membuang pincuknya, lalu mengacungkan samurai ke arahku," cerita Pak Saman.

"Wouw? Kamu tidak bertanya, kenapa samuraimu kau acungkan kepadaku? Begitu?" kata Pak RT bertanya sambil tertawa.

"Tidak, Pak RT. Aku takut dan berlari. Heran, Pak RT. Esok paginya tempat itu sama sekali tidak ada pohon Kemuning, hanya tanah dengan bangunan Rusunawanya."

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X