• Kamis, 1 Desember 2022

Horor di Malam Setelah Gampa Bantul, Penunggu Pohon Tua Ikut Gentayangan di Tenda Pengungsi

- Rabu, 22 Juni 2022 | 20:10 WIB
Ilustrasi Horor di Malam Setelah Gampa Bantul, Penunggu Pohon Tua Ikut Gentayangan di Tenda Pengungsi (Pramono Estu)
Ilustrasi Horor di Malam Setelah Gampa Bantul, Penunggu Pohon Tua Ikut Gentayangan di Tenda Pengungsi (Pramono Estu)

harianmerapi.com - Kumpulan cerita horor dan mistis di malam setelah gampa Bantul, penunggu pohon tua ikut gentayangan di tenda pengungsi

Gempa di Bantul tahun 2006 lalu, rupanya menyisakan kenangan bagi Mbok Nah (bukan nama sebenarnya), pembantu di keluarga Pakdhe.

Saat gempa terjadi, tembok di belakang rumah Pakdhe ambruk. Rumah Pakdhe pun jadi terbuka lebar.

Baca Juga: Cerita Horor Mancing di Selatan Jembatan Kali Progo pada Tengah Malam, Tak Dapat Ikan Eh Malah Ketemu .....

Saat itu situasi jadi agak rawan karena banyak rumah-rumah yang temboknya ambruk, sehingga mudah dimasuki orang lain.

Apalagi listrik langsung padam. Situasi kalau malam jadi gelap gulita.

Nah, keluarga Pakdhe terpaksa mengungsi ke Jakarta, ke tempat putra sulungnya.

Hanya Joko (nama samaran), bungsu Pakdhe yang tetap tinggal di rumah untuk menjaga sekaligus bersih-bersih rumah.

Joko ditemani mbok Nah, pembantu yang merawatnya sejak kecil.

Saat itu situasi memang mencekam. Selain faktor keamanan, masih sering muncul gempa susulan secara tiba-tiba.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X