Ridwan yang berbaring di dekat kyai Singa Wahana itu lalu bangkit perutnya sembuh dan alat kelaminnya yang sakit dan mengecil sebesar pensil juga kembali pulih menjadi besar seperti semula dan tidak sakit.
Upacara penyembuhan sudah selesai semua kembali ke ruang tamu. Kyai Singa Wahana menjelaskan bahwa yang mengganggu Ridwan itu adalah jin yang bernama Canting Kuning yang tinggal di bawah pohon cemara di Tawangmangu.
Jin itu marah karena Ridwan mengencingi kepala Canting Kuning. Lalu jin itu marah melihat Ridwan mesum di kamar jin tersebut.
Kemudian Canting Kuning waktu Ridwan berbuat mesum kemudian Canting Kuning menyebar penyakit pada alat kelamin Ridwan. Disamping itu juga menarik (mbethot) alat kelaminnya Ridwan hingga mengecil sebesar pensil.
Setelah Kyai Singa Wahana negosiasi dengan Canting Kuning maka Canting Kuning menarik penyakit yang ditempatkan pada tubuh Ridwan sehingga sakit perutnya sembuh seketika dan alat kelaminnya juga kembali seperti semula Kemudian kyai Singa Wahana memberikan nasehat-nasehat jangan sembarangan kalau berbuat sesuatu itu jangan sembarangan.
Tidak antara lama Singa Wahana minta izin untuk bilang ayahnya Ridwan memberi uang jasa kepada Kyai Singa Wahana Rp.500.000. (Seperti dikisahkan Drs. Subagya di Koran Merapi) *