• Minggu, 23 Januari 2022

Kenapa Anak Lebih Baik Disunat Saat Bayi, Begini Penjelasan Dokter

- Senin, 22 November 2021 | 17:20 WIB
Ilustrasi bayi tidur   (ANTARA/Pixabay)
Ilustrasi bayi tidur (ANTARA/Pixabay)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Anak laki-laki sebaiknya menjalani sirkumsisi atau sunat saat bayi karena memungkinkan pemulihan luka yang lebih cepat dan tidak menimbulkan trauma pada anak.

"Indikasi sunat sekarang tidak harus menunggu anak berusia 7 tahun. Paling baik sejak lahir," ujar dokter spesialis bedah umum dari Universitas Hasanuddin, dr. Asrul Muhadi, Sp.B dalam webinar dengan topik “Sunat Aman Dengan Metode Modern”, Senin (22/11/2021).

Walau begitu, menurut Asrul, saran ini bisa tergantung pada sejumlah hal, misalnya apabila berpegang pada agama Islam, biasanya usia menjelang akil balig atau cukup umur yakni usia 7 tahun.

Baca Juga: Kasus Korupsi KTP Elektronik, KPK Panggil Empat Saksi untuk Tersangka Paulus Tannos

"Tetapi dalam beberapa literatur, bisa sejak lahir. Ini lebih bagus," kata dia menegaskan kembali.

Hal senada juga diungkapkan Founder Rumah Sunat dr. Mahdian, dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS. Menurut dia, sunat saat bayi memungkinkan luka lebih cepat pulih dan tak menimbulkan trauma anak khususnya pada jarum suntik pada metode bius yang menggunakan jarum suntik.

"Selain lebih cepat sembuh juga karena kalau dilakukan pada usia sekolah misal SD, anak sudah ingat sehingga akan menyebabkan fobia," tutur dia.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 22 November: Aldebaran Bertemu Dennis, Kebenaran Teror yang Didalangi Irvan Terungkap

Mahdian berpendapat, pada masa pandemi COVID-19 saat ini sebagian orang yang ketakutan sekali saat divaksin umumnya karena fobia jarum suntik akibat pembiusan menggunakan jarum suntik dalam proses sunat.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diet Aman dan Sehat, Begini Tips dari Ahli Gizi UGM

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:22 WIB
X