• Selasa, 24 Mei 2022

Warga Keluhkan Tingginya Harga Minyak Goreng, Pasokan Dalam Negeri Berkurang

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 07:30 WIB
Ilustrasi  (foto : IG gorengan_murahh)
Ilustrasi (foto : IG gorengan_murahh)

Akmal mengatakan, sesuai dengan UU No 5 Tahun 2009 tentang Perlindungan Konsumen pasal 4 tentang hak Konsumen di huruf i, menyatakan hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya, pemerintah mesti berpikir ada solusi terkait tingginya harga minyak goreng untuk rakyat Indonesia.

Baca Juga: Sinopsis Film Layangan Putus Episode 3A, Begini Cerita Pertemuan Aris, Kinan dan Lydia

Dia menjelaskan, para produsen minyak sawit di Indonesia saat ini perlu memberikan pengorbanannya, hal itu di antaranya karena begitu seringnya pemerintah melakukan kampanye pemasaran palm oil di luar negeri yang selalu dilakukan secara rutin, baik oleh Kementerian Pertanian maupun Kementerian Perdagangan.

Dalam kampanye tersebut disebutkan bahwa palm oil di Indonesia pro terhadap lingkungan.

Tidak mengganggu orang hutan, mempertahankan meminimalisir dampak perubahan iklim dan menjaga kualitas tanah dan air di sekitar area tanam sawit.

Selain insentif relaksasi pajak, pemerintah juga kerap memberikan rekomendasi agar perusahaan kelapa sawit mendapat sertifikasi RSPO atau ISPO.

Baca Juga: UMY Layani Konsultasi Kesehatan Gigi dan Mulut Secara Gratis Selama Tiga Hari, Simak Tanggalnya

"Perusahaan kelapa Sawit ini kan sudah banyak untungnya, yang sangat di bantu besar-besaran dari anggaran pemerintah," kata dia.

Kini terusnya saatnya untuk bantu rakyat dalam negeri, beri empati masyarakat yang kini mulai tertekan akibat tingginya harga minyak goreng.

"Toh selama ini ketika harga sedang jatuh, pemerintah telah memberikan insentif peralihan sebagian produksi palm oil untuk biodiesel sehingga ketika harga rendah di pasar internasional, palm oil dapat diserap semaksimal mungkin untuk keperluan biodiesel," kata Andi Akmal Pasluddin. *

Halaman:

Editor: Hudono

Artikel Terkait

Terkini

X