HARIAN MERAPI - Titiek Soeharto mengapresiasi kelompok petani ikan (KPI) lele sistem bioflok di kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Siti Hediati Hariyadi, putri Presiden Soeharto yang karib disapa
Titiek Soeharto menyambangi KPI lele sistem bioflok di Padukuhan
Gumuk, Ringinharjo, Bantul, Jumat (24/11/2023).
Pada kunjungannya itu Titiek Soeharto mengapresiasi warga Padukuhan Gumuk Bantul yang berhasil mengembangkan usaha perikanan lele dengan sistem bioflok.
Dari yang semua hanya punya 12 kolam, kini berkembang menjadi 70 kolam ikan lele sistem bioflok.
Sebanyak 70 kolam ikan lele bioflok itu mampu memberikan penghasilan rutin bagi 50 orang anggota kelompoknya masing-masing sebesar Rp2 juta sekali panen.
Ketua Kelompok Petani Ikan Berkah Galeri Jaya Muhammad Supriyanto, mengatakan usaha perikanan lele dengan sistem bioflok ini mulai ada sejak tahun 2019.
"Dari mulai 12 kolam, sekarang jadi 70 kolam dengan omzet per.kolam rata-rata Rp20 juta per panen," katanya di sela menerima kunjungan Titiek Soeharto tersebut.
Dia mengatakan, dengan omzet sebesar itu paling tidak petani bisa
mendapatkan keuntungan bersih minimal Rp2 juta sekali panen.
Menurut Supriyanto, usaha perikanan lele dengan sistem bioflok ini lebih menguntungkan dari cara budidaya ikan konvensional.
"Dengan sistem bioflok ini perawatan lebih mudah, tanpa perlu obat, dan hasil panen lebih terjamin," katanya.
Sementara itu, Titiek Soeharto mengapresiasi keberhasilan petani ikan lele sistem bioflok di Gumuk Bantul tersebut.