HARIAN MERAPI - Dengan melaksanakan ibadah kurban kita akan menjadi hamba yang senantiasa bersyukur atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan kepada kita oleh Allah.
Hal ini juga dijelaskan di dalam Al-Qur’an pada beberapa surat, penjelasannya sebagai berikut: “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah; 2:152).
“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS.Al-Baqarah; 2:172).
Baca Juga: Kabar dari Tanah Suci Mekkah, jemaah haji mulai bergerak ke Arafah, begini suasananya
Ibadah yang bisa dikatakan paling utama yang berhubungan dengan fisik dan tubuh adalah shalat. Sedangkan ibadah yang bisa dikatakan paling utama yang berhubungan dengan harta yang kita mililiki adalah qurban.
Maka lakukanlah kedua ibadah tersebut secara seimbang. Hal ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS.Al-Kautsar; 108:2).
Dengan hidup yang berkeseimbangan inilah seseorang akan meraih kebahagiaan dan ketenteraman dalam hidupnya.
Kebahagiaan seseorang sebenarnya datangnya dari hati orang yang bersangkutan. Hatilah yang dapat menentukan bahagia atau tidaknya seseorang.
Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW: “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)”. (HR. Bukhari Muslim).
Baca Juga: Muhammadiyah Kota Semarang Siapkan 40 Lokasi untuk Shalat Idul Adha
Agar supaya segumpal daging itu tetap menjadi baik, maka setiap manusia harus senantiasa berikhtiar untuk menjaga dan meneliharanya dengan berbagai cara dan perbuatan.
Di antara hal-hal yang bisa dilakukan untuk “menjaga hati” agar tetap berbahagia di dalam hidupnya adalah:
Pertama, tidak membenci. Jangan sekali-kali membenci seseorang hanya karena dia lebih baik darimu. Walaupun dia berbuat kesalahan kepadamu, namun sebaiknya tetaplah kamu mendoakan dia untuk berubah dan menjadi baik.
Sebagaimana firman Allah SWT: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS. Al-Hujurat; 49:10).
Kedua, tidak berkeluh kesah. Orang-orang yang beriman janganlah mudah berkeluh kesah atas segala sesuatu yang menimpanya, karena apa yang kita alami adalah sebuah proses yang kita lalui, agar menjadi lebih dewasa dalam banyak hal, sebaliknya perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT.