• Senin, 6 Desember 2021

Atlet Pelatnas Cipayung Gagal Total di Ajang Denmark Open. Ini Alasan dari PBSI

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:21 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengalami masalah di pinggangnya dan memilih untuk mundur dari babak pertama Denmark Open, Rabu (20/10/2021, 12:05 WIB).  (ANTARA/Twitter/@INABadminton)
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengalami masalah di pinggangnya dan memilih untuk mundur dari babak pertama Denmark Open, Rabu (20/10/2021, 12:05 WIB). (ANTARA/Twitter/@INABadminton)

JAKARTA, harianmerapi.com - Seluruh atlet Pelatnas Cipayung gagal total di ajang Denmark Open 2021. Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyebutkan bahwa faktor utama dari kegagalan tersebut akibat kelelahan setelah sebelumnya berlaga di tiga turnamen Eropa.

Manajer tim Denmark Open Aryono Miranat menuturkan banyak pemainnya yang sudah kehabisan energi, sehingga tak bisa tampil maksimal dan tersingkir dari seluruh nomor turnamen BWF Super 1000 ini.

"Sebelumnya pemain sudah tampil di ajang Piala Sudirman di Finlandia dan Piala Thomas-Uber di Denmark. Tenaga dan stamina tidak cukup untuk kembali tampil maksimal di Denmark Open yang juga melibatkan pemain top dunia," kata Aryo dalam keterangan resmi PBSI di Jakarta, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga: Tanda-tanda Orang Kecanduan Internet. Simak Yuk, Apa Saja Gejala dan Bahayanya

Selain kelelahan, PBSI juga mendapati dua atlet terbaiknya di sektor tunggal putra mengalami cedera pinggang, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Akibat cedera itu, Ginting terpaksa langsung mundur di babak pertama sementara Jonatan mengundurkan diri saat sudah di perempat final.

Aryo menjelaskan cedera yang dialami kedua pemain itu sebenarnya sudah terjadi sejak Piala Thomas, namun keduanya terus memaksakan untuk bermain hingga Denmark Open.

Baca Juga: DKI Jakarta Izinkan Kegiatan Olahraga di GOR dengan Kapasitas 50 Persen

"Ginting dan Jonatan mengalami cedera yang sebenarnya didapat saat tampil di Piala Thomas sebelumnya. Mereka ngotot dan tampil habis-habisan di Piala Thomas karena motivasi untuk juara begitu besar, mengalahkan rasa sakitnya," cerita Aryo.

Tidak hanya pemain utama, Aryo juga menyoroti susunan pelapis yang sudah tampil baik, namun masih kurang pengalaman untuk berlaga di turnamen tingkat atas.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peta Kekuatan Pesaing PSIM di Babak 8 Besar Liga 2

Senin, 6 Desember 2021 | 10:15 WIB

Kapten PSIM Ungkap Resep Lolos Babak 8 Besar Liga 2

Minggu, 5 Desember 2021 | 21:50 WIB

BOSA All Crack Tundukkan PS Jambu Luwuk

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:15 WIB

Bekuk Brentford 2-0, Tottenham Hotspur Tempel Arsenal

Jumat, 3 Desember 2021 | 07:47 WIB
X