• Selasa, 25 Januari 2022

Chelsea Islan Ajak Generasi Muda Lebih Peduli Terhadap Kasus Kekerasan pada Perempuan

- Minggu, 28 November 2021 | 16:05 WIB
Aktris Chelsea Islan  (ANTARA/Ho)
Aktris Chelsea Islan (ANTARA/Ho)

JAKARTA, harianmerapi.com - SDG Mover UNDP Indonesia Chelsea Islan, bersama atlet Taekwondo Defia Rosmaniar, mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dalam kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP).

Chelsea menyerukan kepada seluruh anak muda untuk berani bersuara dan bisa menjadi pelapor jika ditemukan suatu pelanggaran guna menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

"Kasus kekerasan terhadap perempuan merupakan bentuk lain dari pandemi yang sudah seharusnya menjadi perhatian kita, terutama generasi muda. Diam bukan pilihan karena diam adalah pengkhianatan," ujar Chelsea dalam siaran resminya dikutip pada Minggu (28/11/2021).

Baca Juga: Film Layangan Putus Diangkat dari Kisah Nyata, Begini Sinopsisnya
​​
Sepanjang tahun 2021, terdapat hampir 300.000 kasus kekerasan yang tercatat di Indonesia. Selama masa pandemi Covid-19, kasus kekerasan pun berada pada titik kritis terutama kekerasan di ranah domestik.

Chelsea dan Defia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terlibat aktif dalam melindungi dan menciptakan rasa aman bagi perempuan, dan juga anak perempuan, baik di ruang publik ataupun di ranah domestik.

"Saat ini kita memiliki jalur pelaporan yang sudah terhubung dengan pihak-pihak yang bisa memberikan bantuan ketika kekerasan terjadi," Defia.

Baca Juga: Anya Geraldine Beradegan Mesra di Film Layangan Putus, Ini 5 Pria yang Pernah Dekat Dengannya

UNDP Indonesia melalui Project RESTORE sepanjang pandemi berlangsung, telah mendukung pihak-pihak yang terkait dalam lingkaran pelaporan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Secara nasional, UNDP Indonesia bekerjasama dengan pihak kepolisan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan beberapa rumah sakit rujukan dalam memperbaiki prosedur pelaporan dan penanganan kasus yang semakin terintegrasi dan berpihak pada pelapor dan korban.

Sepanjang 2021, pembenahan dalam alur penanganan kasus yang lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas juga berhasil diimplementasikan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Isyana Sarasvati Ngaku Penggemar Berat Kopi Susu

Selasa, 18 Januari 2022 | 05:00 WIB

Ini Gaya Hidup Sehat Anya Geraldine

Kamis, 13 Januari 2022 | 08:00 WIB
X