Seorang pendaki asal Jakarta Barat meninggal di Gunung Merbabu, berikut kronoliginya...

photo author
Widyo Suprayogi, Harian Merapi
- Sabtu, 8 Oktober 2022 | 10:01 WIB
Anggota kepolisian bersama teman korban saat menunggu jenazah di RSUD Pandang Arang, Boyolali, Sabtu (8/10/2022).  (ANTARA/HO-Humas Polres Boyolali)
Anggota kepolisian bersama teman korban saat menunggu jenazah di RSUD Pandang Arang, Boyolali, Sabtu (8/10/2022). (ANTARA/HO-Humas Polres Boyolali)

 

HARIAN MERAPI - Seorang pendaki Gunung Merbabu bernama Andreas Jonson (35) meninggal saat melakukan pendakian pada Jumat (7/10/2022).

Andreas Jonson (35), adalah warga Kampung Pendongkelan Selatan No. 264, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Dia meninggal saat melakukan pendakian melalui pintu di Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Ragam keris sebagai klangenan, keindahan pamor memiliki makna kamuliaan bagi sang pemilik

Kepala Seksi Humas Polres Boyolali AKP Dalmadi, di Boyolali, Sabtu 98/10/2022) menyatakan, jasad pendaki asal Jakarta Barat tersebut sudah berhasil dievakuasi oleh tim SAR kemudian dibawa ke Puskesmas Selo selanjutnya dibawa ke RSUD Pandan Arang, Boyolali untuk divisum.

Kronologi pendaki meninggal tersebut berawal rombongan pendaki sebanyak enam orang termasuk korban melakukan pendakian melalui pintu Desa Tarubatang, Selo, Boyolali, Jumat (7/10), sekitar pukul 15.00 WIB.

Enam pendaki tersebut setelah sampai di Pos 2 jalur pendakian Gunung Merbabu, kemudian empat orang melanjutkan jalan duluan dan korban bersama satu temannya masih di Pos 2.

Korban bersama satu temannya, karena situasi hujan memakai jas hujan kemudian melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Kisah kesaktian Sunan Giri menciptakan keris Kala Munyeng dari kalam yang menghancurkan prajurit Majapahit

Posisi korban berjalan di depan temannya sekitar satu meter. Namun, korban setelah berjalan sejauh sekitar 100 meter dari Pos 2 langsung jatuh telentang sempat seperti tidak bisa bernapas.

Satu teman korban yang berjalan di belakang langsung menolong, dan teman korban teriak sempat meminta tolong dan datang seorang pendaki lain yang masih di bawah memberikan pertolongan dengan memberikan minyak kayu putih di bagian tubuh korban.

Namun, korban tidak ada reaksi sama sekali kemudian datang dari pihak kesehatan mengecek dan memberikan pertolongan lagi, dan tetap tidak ada reaksi hingga sampai datang tim relawan Ranger (SAR), kemudian korban dievakuasi dibawa ke Puskesmas Selo, Sabtu dini hari.

Baca Juga: Makam Ki Gabukan di Gunung Mandhen, Parakan, Temanggung, jadi tempat ziarah dari rakyat biasa hingga pejabat

Korban kemudian diperiksa oleh tim kesehatan di Puskesmas Selo, tetapi korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X