HARIAN MERAPI - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar dua kegiatan bergengsi, The International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) dan UMY International Graduate Conference (UMYGrace) 2025.
Acara launching ICoSI ke-9 dan UMYGrace ke-6 2025 dilaksanakan di Lobi Gedung Dasron Hamid Research and Innovation Center (DHRIC) UMY, Jum’at (27/12/2024).
Menurut Rektor UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng., dengan diselenggarakannya ICoSI setiap tahun, UMY mampu menghasilkan minimal 1.000 paper yang dapat dipresentasikan. Sedangkan UMYGrace mampu menghasilkan sebanyak 400 paper yang menjadi satu-satunya konferensi khusus mahasiswa S1 dan S2 yang mengedepankan riset dan teknologi.
"Riset itu bukan hanya tentang banyaknya dokumen penelitian yang tersimpan di almari, tetapi bagaimana hasil riset tersebut diteruskan menjadi publikasi, bisa dipatenkan dan mampu memberi banyak manfaat," papar Prof. Gunawan.
Baca Juga: 74 Perupa Perempuan Lintas Batas Komunitas Gelar Pameran 'Persembahan' di Monjali
Adapun tema konferensi yang diusung, sebutnya, disesuaikan dengan isu-isu global dan berkembang. Sehingga, dalam kegiatannya tersebut juga melibatkan berbagai perguruan tinggi di luar negeri.
Dengan demikian, UMY juga dapat lebih memperkuat jejaring internasional dan memberikan dampak positif terhadap reputasi internasional universitas.
Ditegaskan pula, isu-isu penting antara lain terkait kerusakan lingkungan yang bersifat global, dan harus untuk dapat ditangani secara bersama-sama.
Sehingga melalui konferensi tersebut, UMY memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk berbicara di forum internasional. Artinya, pula, hasil riset dari UMY dapat dirasakan lebih luas.
“Tak hanya terbatas pada ruang kelas maupun laboratorium saja, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata di tingkat global," tutur Prof Gunawan.
Hal senada dipaparkan pula Wakil Rektor UMY Bidang Akademik sekaligus Steering Committee ICOSI dan UMYGrace 2025 Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.
Menurutnya, sejak diselenggarakan ICoSI dan UMYGrace, UMY telah merasakan dampak positif dengan meningkatnya publikasi ilmiah secara signifikan. Bahkan berbagai dampak positif diharapkan juga dapat dirasakan banyak kalangan.
"Khususnya untuk UMY, dulu berada di peringkat enam dalam jajaran Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah, tetapi pada 2024 telah berada di posisi teratas dalam publikasi Scopus,” terangnya.
Baca Juga: Serangan udara Israel menyasar bandara di Yaman, begini kesaksian Kepala WHO