Isu penculikan anak marak, Polda Aceh imbau masyarakat tidak sebar hoaks, ini alasannya

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Kamis, 2 Februari 2023 | 07:30 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto. ( ANTARA/HO/Bidhumas Polda Aceh)
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto. ( ANTARA/HO/Bidhumas Polda Aceh)



HARIAN MERAPI - Isu penculikan anak telah menyebar ke mana-mana, termasuk luar Jawa. Padahal tidak semua isu itu benar, ada pula yang hoaks.


Karena itu, jajaran aparat kepolisian meminta agar masyarakat tidak menyebarkan berita bohong tentang penculikan anak.


Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh mengimbau masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia tersebut tidak menyebar hoaks atau berita bohong terkait isu penculikan anak.

Baca Juga: Mantan hakim terduga penerima suap, Itong ditempatkan di sel isolasi, begini proses hukumnya

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Rabu, mengatakan dalam sepekan terakhir mencuat isu tentang kasus penculikan anak.

"Bahkan ada konten beredar di grup-grup media sosial yang menguatkan seolah peristiwa penculikan itu benar adanya. Karena itu, kami imbau masyarakat tidak menyebarkan isu kalau tidak ada bukti," kata Joko Krisdiyanto.

Perwira menengah Polda Aceh itu mengimbau masyarakat tidak panik atau takut berlebihan terkait isu penculikan anak. Sampai saat ini, belum ada laporan terkait kasus penculikan anak di Provinsi Aceh.

Baca Juga: Tiga penjual togel Hongkong diringkus Polsek Sanden, sehari omzet mencapai jutaan rupiah

Oleh karena itu, mantan Kapolresta Banda Aceh tersebut juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan konten-konten hoaks yang beredar.

"Apalagi sampai menyebarluaskan kembali informasi atau berita yang belum terbukti kebenarannya tersebut. Penyebaran hoaks tersebut bisa dipidana," kata Joko Krisdiyanto.

Joko Krisdiyanto meminta masyarakat mengecek ulang kebenaran setiap informasi yang beredar terkait penculikan. Jika informasi itu tidak benar atau tidak ada bukti nyata, maka jangan ikut menyebarkan.

"Penyebaran informasi yang tidak ada bukti kebenarannya di media sosial tersebut dapat menimbulkan kepanikan atau semacam teror kepada masyarakat. Sebab itu, kami mengharapkan masyarakat bijak menggunakan media sosial," kata Joko Krisdiyanto.

Baca Juga: Petung Jawa weton Jumat Kliwon 3 Februari 2023, pepesthenne punya pembantu tidak 'kasat mata'

Namun demikian, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu mengimbau agar orang tua meningkatkan pengawasan bagi anak-anaknya dan tidak mudah percaya terhadap orang asing yang baru dikenal.

Joko Krisdiyanto juga meminta masyarakat bila mendapati orang yang mencurigakan agar segera melaporkan ke perangkat desa yang selanjutnya diteruskan ke bhabinkamtibmas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X