Kapal Motor Tauladan terbalik di perairan Kebumen, enam nelayan yang tenggelam masih dicari Tim SAR

photo author
Sutriono, Harian Merapi
- Jumat, 14 Oktober 2022 | 10:50 WIB
Ilustrasi - Basarnas Cilacap melakukan pencarian terhadap korban tenggelam akibat kecelakaan laut.  (ANTARA/HO-Basarnas Cilacap)
Ilustrasi - Basarnas Cilacap melakukan pencarian terhadap korban tenggelam akibat kecelakaan laut. (ANTARA/HO-Basarnas Cilacap)

HARIAN MERAPI - Tim search and rescue (SAR) gabungan melakukan upaya evakuasi terhadap enam nelayan asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang dilaporkan tenggelam setelah Kapal Motor Tauladan yang mereka tumpangi terbalik akibat terhempas gelombang di perairan selatan Kabupaten Kebumen.

Saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (14/10/2022), Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sarjono mengatakan kecelakaan laut tersebut menimpa Kapal Motor Tauladan yang membawa enam anak buah kapal (ABK).

Baca Juga: Longsor di Banyumas, Tim SAR gabungan masih evakuasi korban, begini kondisinya

"Tim Penolong Kecelakaan Laut (TPKL), baik dari kelompok nelayan, ketua rukun nelayan, maupun relawan yang ada di Pantai Jetis, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh ABK yang tenggelam," katanya seperti dikutip dari Antara.

Disinggung mengenai kondisi KM Tauladan, dia mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh HNSI Cilacap, kapal tersebut tenggelam setelah terhempas gelombang.

Ia menduga lambung kapal tersebut tidak dilengkapi dengan peralatan pengaman semacam pelampung, sehingga tidak mengapung di permukaan air setelah terhempas gelombang.

Baca Juga: 8 korban tenggelamnya KM Teman Niaga di Selat Makassar belum ditemukan, Tim SAR perpanjang operasi

Sementara itu, dalam keterangan tertulis yang diterima di Purwokerto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap Adah Sudarsa mengatakan pihaknya telah menerjunkan satu regu Basarnas beserta peralatan lengkap ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

"Informasi terakhir yang kami peroleh, korban telah ditemukan dengan keadaan selamat," katanya.

Terkait kronologi kejadian, kata Adah, berdasarkan informasi yang diperoleh Basarnas Cilacap, KM Tauladan yang berkapasitas 13 gross tonnage (GT) tersebut, berangkat dari Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Cilacap pada hari Sabtu (8/10), pukul 05.00 WIB, menuju perairan selatan Kebumen untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Baca Juga: Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman Resmikan Markas Baru Kodim 0709/Kebumen di Lahan Seluas 1,5 Hektare

Namun, pada Kamis (13/10), pukul 22.00 WIB, kapal yang membawa enam orang ABK itu terbalik setelah terhempas gelombang di perairan Mirit, Kabupaten Kebumen.

Keenam ABK terdiri atas Dasino selaku tekong atau nakhoda, Yosef, Peang, Brosot, Safi'i, dan Purwanto.

"Selaku tekong, Dasino segera menghubungi pemilik kapal, yakni Mila atau Ationg untuk melaporkan kejadian tersebut," kata Adah. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Muscab PKB Pati kirim tujuh nama ke DPP

Jumat, 17 April 2026 | 13:01 WIB
X