• Kamis, 29 September 2022

Alat pendeteksi Tsunami tidak berfungsi, BMKG minta masyarakat pesisir selatan waspada

- Senin, 1 Agustus 2022 | 19:50 WIB
Pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, rawan terjadi bencana alam tsunami, sehingga BMKG mengimbau warga untuk siaga karena bencana dapat terjadi setiap saat. (ANTARA/Ahmad Fikri)
Pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, rawan terjadi bencana alam tsunami, sehingga BMKG mengimbau warga untuk siaga karena bencana dapat terjadi setiap saat. (ANTARA/Ahmad Fikri)

CIANJUR, harianmerapi.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta setiap pemerintah daerah di pesisir selatan Cianjur dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi terjadinya hal terburuk.

Untuk itu, BMKG mengingatkan pemerintah daerah menyiagakan petugas dan relawan yang dimiliki untuk segera melakukan evakuasi.

"Terlebih saat ini, lima alat pendeteksi Tsunami Early Warning Sistem (TEWS) di laut selatan Cianjur tidak berfungsi," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo di Cianjur Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Perkembangan kasus tewasnya Brigadir J, Timsus Polri periksa petugas Smart Co Lab dan sopir Ferdy Sambo

Rudi menjelaskan, alat pendeteksi tsunami yang terpasang di pesisir selatan Cianjur diantaranya Cidaun, Sindangbarang dan Agrabinta sudah lama tidak berfungsi namun sudah dilakukan pengecekan dari BNPB beberapa hari lalu, namun pihaknya belum bisa memastikan sudah terkoneksi atau belum.

Kerusakan alat pendeteksi tsunami diduga akibat cuaca dan lamanya terpasang di perairan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik.

"Kalau kerusakan nya sudah beberapa tahun yang lalu dan sudah dilaporkan, baru beberapa hari lalu diperiksa BNPB, kami masih menunggu hasilnya," kata Rudi.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Cianjur, Fatah Rizal mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan BNPB dan BMKG terkait ancaman gempa bumi dan tsunami di laut Selatan Jawa termasuk di pesisir Cianjur karena selama ini masuk dalam zona merah bencana.

Baca Juga: Beredar surat edaran terkait PTM terbaru, isinya apa saja?

"Kami juga sudah menyiagakan 150 Relawan Tangguh Bencana (Retana) di tiga kecamatan untuk melakukan pengawasan dan segera melaporkan jika melihat tanda akan terjadinya bencana. Kami juga melakukan kesiapan seperti pemasangan dan penambahan rambu jalur evakuasi dan edukasi kebencanaan," katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1.027 orang menari Tari Merak di Gedung Sate Bandung

Minggu, 18 September 2022 | 19:00 WIB
X