• Sabtu, 10 Desember 2022

Beredar surat edaran terkait PTM terbaru, isinya apa saja?

- Senin, 1 Agustus 2022 | 17:50 WIB
Seorang siswa melakukan skrining kesehatan sebelum divaksinasi COVID-19 di SDN Kunciran 7, Kota Tangerang, Banten, Kamis (28/7/2022). (ANTARA FOTO/Fauzan)
Seorang siswa melakukan skrining kesehatan sebelum divaksinasi COVID-19 di SDN Kunciran 7, Kota Tangerang, Banten, Kamis (28/7/2022). (ANTARA FOTO/Fauzan)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menerbitkan surat edaran terkait pembelajaran tatap muka (PTM) terbaru.

“Dengan mempertimbangkan pandemi Covid-19 serta berdasarkan pembahasan bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan serta Kementerian Dalam Negeri, dan Kemendikbudristek, diperlukan diskresi SKB 4 Menteri yang mengatur PTM 100 persen di Masa Pandemi Covid-19.” ujar Sekjen Kemendikbudristek, Suharti, di Jakarta, Senin (1/8/2022).

SE tersebut mengatur penghentian PTM pada rombongan belajar (rombel) paling sedikit 7 (tujuh) hari jika terdapat kasus konfirmasi Covid-19 dalam hal ini terjadi kluster penularan di satuan pendidikan; dan/atau hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfimasi Covid-19 sebanyak lima persen atau lebih.

Baca Juga: Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DIY teliti batu temuan diduga Yoni di Ponjong Gunungkidul

"Dalam SE yang baru dikeluarkan ini berbeda dengan sebelumnya. Jika ada yang terpapar Covid-19 yang dihentikan sementara aktivitas PTM hanya di rombongan belajar, bukan aktifitas PTM di satuan pendidikan," kata dia.

Kemudian, paling sedikit dilakukan penghentian PTM selama lima hari untuk peserta didik terkonfirmasi Covid-19 apabila yang bersangkutan bukan merupakan kluster penularan Covid-19 di satuan pendidikan; dan/atau hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 di bawah lima persen.

“Kemendikbudristek terus mendorong serta mengupayakan adanya percepatan vaksinasi Covid-19 lanjutan (booster) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) serta pemberian vaksinasi untuk peserta didik yang telah memenuhi syarat sebagai penerima vaksin Covid-19,” terang dia.

Baca Juga: PSS Sleman kena denda Rp50 juta dari Komdis PSSI terkait laga kandang melawan PSM Makassar di Liga 1, ini alas

Pemerintah Daerah juga didorong untuk merespon dengan cepat bila mendapat informasi/surveilans epidemiologis, untuk selanjutnya melakukan penelusuran kontak erat (tracing) dan tes Covid-19 lalu melakukan penetapan kluster penularan Covid-19 di satuan pendidikan berdasarkan hasil yang diperoleh.

Selain itu Pemerintah Daerah juga diharuskan melakukan pengawasan dan memberikan pembinaan terhadap penyelenggaraan PTM yang masih berlangsung di daerahnya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X