• Rabu, 7 Desember 2022

Limbah jagung disulap jadi produk rumah tangga, pemasaran tembus ke Amerika

- Senin, 1 Agustus 2022 | 19:30 WIB
Produk-produk kerajinan berbahan janggel yang diproduksi Ade.  (Foto : Amin Kuntari)
Produk-produk kerajinan berbahan janggel yang diproduksi Ade. (Foto : Amin Kuntari)

Ade kemudian mengikuti Lomba Seni Siswa Nasional (LS2N) dengan memanfaatkan tongkol jagung menjadi bahan baku kerajinan tangan.

Di luar dugaan, kreativitasnya berhasil memenangkan lomba, meraih juara I se-Kulon Progo. Dari sanalah, Ade melihat adanya potensi pendapatan dari bisnis kerajinan berbahan tongkol jagung.

Berbekal gelar juara, Ade memberanikan diri memproduksi kerajinan berbahan janggel untuk dijual. Gayung bersambut, produknya banyak diminati konsumen. Pesanan demi pesanan pun berdatangan.

"Bukan hanya lokal, penjualan produk kami juga merambah pasar luar Jawa bahkan mancanegara. Produk CIP pernah dikirim ke Jerman dan Amerika," ucapnya bangga.

Kepada wartawan, Ade tak segan membeberkan proses pembuatan kerajinan berbahan janggel. Proses produksi dimulai dengan mengeringkan tongkol.

Baca Juga: Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DIY teliti batu temuan diduga Yoni di Ponjong Gunungkidul

Ada dua cara pengeringan yang bisa dilakukan, yakni mengandalkan sinar matahari dengan waktu 3-7 hari atau menggunakan alat oven, hanya sekitar satu hari pengeringan.

Setelah dipastikan kering, sisa serabut halus pada bagian janggel dihaluskan dengan mesin pengamplas sebelum dipotong sesuai kebutuhan. Potongan-potongan itu lalu dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk kerajinan yang diinginkan.

"Limbah sisa produksi kerajinan janggel juga kami manfaatkan untuk serbuk bahan kaligrafi, atau dijual sebagai pakan ternak. Jadi tidak sekedar dibakar atau dibuang," kata mahasiswa Seni Kriya UNY ini.

Meski terbuat dari limbah, Ade memastikan kerajinan janggel buatannya memiliki daya tahan yang baik. Produk ini tidak rusak meski diterpa cuaca panas maupun dingin yang ekstrim.

Ade mengaku pernah melakukan uji coba dengan mendiamkan produk di bawah terik matahari sekitar tiga bulan, juga menyimpannya di dalam kulkas selama tiga sampai empat minggu.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kulon Progo bangkitkan seni dagelan Mataram

Senin, 5 Desember 2022 | 18:21 WIB

Korpri diminta berperilaku sederhana dan jaga netralitas

Selasa, 29 November 2022 | 20:25 WIB

Tim kesehatan Kulon Progo kirim obat-obatan ke Cianjur

Senin, 28 November 2022 | 20:40 WIB
X