• Selasa, 9 Agustus 2022

Pesawat Pengintai Australia Dicegat Jet Tempur China, Begini Reaksinya

- Minggu, 5 Juni 2022 | 11:45 WIB
 Arsip - Sebuah pesawat Boeing P-8 Poseidon dari Angkatan Laut AS terbang selama pameran militer udara dan laut internasional memperingati seratus tahun Penerbangan Angkatan Laut Spanyol, di atas pantai dekat pangkalan udara angkatan laut di Rota, Spanyol selatan, 16 September 2017.  (ANTARA/Reuters/Jon Nazca)
Arsip - Sebuah pesawat Boeing P-8 Poseidon dari Angkatan Laut AS terbang selama pameran militer udara dan laut internasional memperingati seratus tahun Penerbangan Angkatan Laut Spanyol, di atas pantai dekat pangkalan udara angkatan laut di Rota, Spanyol selatan, 16 September 2017. (ANTARA/Reuters/Jon Nazca)


SIDNEY, harianmerapi.com - Hubungan Australia dengan China menghangat menyusul insiden pencegatan pesawat pengintai Australia oleh jet tempur China.


Sebuah pesawat pengintai milik Angkatan Udara Australia (RAAF) dicegat oleh sebuah jet tempur China di Laut China Selatan pada Mei.


Sebagaimana diungkapkan Kementerian Pertahanan Australia, pesawat intai maritim P-8 itu dicegat oleh jet tempur J-16 China dalam "aktivitas rutin pengintaian laut" di ruang udara internasional di kawasan itu pada 26 Mei.

Baca Juga: Hungaria Taklukkan Inggris 1-0, Pertama Kali dalam 60 tahun

"Pencegatan itu menyebabkan manuver berbahaya yang mengancam keselamatan pesawat P-8 itu dan awaknya," kata Kemhan.

Kemhan mengatakan pemerintah Australia telah menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut kepada pemerintah China.

Kedutaan besar China di Australia belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Baca Juga: Antusiasme Masyarakat terhadap Ajang Formula E Sangat Tinggi, Begini Penjelasan Sandiaga Uno

Australia sebelumnya mendukung pernyataan Amerika Serikat bahwa klaim China atas pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan tidak sesuai dengan hukum internasional.

Kemhan mengatakan selama beberapa dekade pihaknya telah melakukan pengintaian laut di kawasan itu dan "melakukannya sesuai hukum internasional, melaksanakan hak kebebasan navigasi dan penerbangan di atas perairan dan ruang udara internasional".

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X