Amankah Mengonsumsi Daging Sapi yang Terjangkit PMK, Ini Penjelasan Pakar...

- Rabu, 11 Mei 2022 | 19:30 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Lamongan Yurohnur Efendi saat meninjau ternak sapi di wilayah Lamongan beberapa waktu lalu.  (ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Lamongan Yurohnur Efendi saat meninjau ternak sapi di wilayah Lamongan beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim)

 

SURABAYA, harianmerapi.com - Daging sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) aman untuk dikonsumsi asalkan melalui proses pelayuan terlebih dahulu.

Hal itu ditegaskan pakar Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Prof Mustofa Helmi, di Surabaya, Selasa (10/5/2022).

"Proses pelayuan adalah metode dengan cara daging digantung untuk menurunkan PH dari daging," ujar Prof Mustofa.

Dalam proses ini, kata dia, akan terjadi enziminasi secara otomatis yang akan mampu menurunkan kontaminasi dari virus PMK.

Baca Juga: Cerita Lucu Belum Naik di Boncengan Motor Sudah Ngegas dan Malunya Mau Cuci Tangan Tak Tahu Caranya Buka Kran

"Jadi aman dikonsumsi masyarakat. Sebetulnya tanpa dilayukan dan langsung dimasak bisa saja, mati semua virusnya. Tapi kan tangan akan mudah tercemar," ucapnya.

Prof Mustofa memaparkan bahwa PMK sifatnya sangat menular, bahkan tingkat penularan ke sesama hewan mencapai 100 persen.

Namun, lanjut dia, untuk tingkat penularan pada manusia sangatlah rendah, karena tergolong virus nonzoonosis.

"Adanya virus PMK disebabkan oleh virus Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae. Adapun ciri-cirinya adalah melepuh pada mulut sapi, kemudian juga teracak kakinya sapi," katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X