• Rabu, 19 Januari 2022

Wacana Kenaikan Tarif KRL Tidak Tepat Saat Masyarakat Sedang Susah

- Jumat, 14 Januari 2022 | 10:37 WIB
Ilustrasi: Calon penumpang bersiap naik ke KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (13/1/2022). Kementerian Perhubungan tengah mengkaji usulan kenaikan tarif KRL Commuter Line dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 per 25 kilometer pertama per 1 April 2022.  (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Ilustrasi: Calon penumpang bersiap naik ke KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (13/1/2022). Kementerian Perhubungan tengah mengkaji usulan kenaikan tarif KRL Commuter Line dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 per 25 kilometer pertama per 1 April 2022. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)



JAKARTA, harianmerapi.com - Wacana kenaikan tarif KRL Commuter Line bila jadi direalisasikan maka tidak selaras dengan semangat kebijakan untuk menggalakkan penggunaan angkutan umum oleh masyarakat.


Bahkan, bila tarif KRL dinaikkan justru akan melemahkan semangat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum. Apalagi masyarakat sedang susah akibat pandemi Covid-19.


Hal tersebut disampaikan anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat dalam rilis di Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan Enam Guguran Lava Pijar Sejauh 2 Km, Status Masih Siaga

"Kenaikan tarif berpotensi melemahkan semangat masyarakat menggunakan moda transportasi umum masal. Ini tidak sesuai dengan kampanye pemerintah terkait peningkatan kesadaran penggunaan angkutan umum massal perkotaan dan non motorized transportation (NMT) pada hari kesehatan Internasional yang diperingati setiap 7 April," kata Toriq Hidayat.

Menurut Toriq, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menaikkan tarif dasar KRL Commuter Line karena berbagai pertimbangan seperti naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti minyak goreng.

Selain itu, ujar dia, daya beli masyarakat yang ada di berbagai daerah saat ini dinilai masih rendah akibat dampak pandemi Covid-19.

"Pandemi belumlah usai, bahkan ada potensi varian baru Covid-19, yang hadirkan ancaman gelombang ketiga. Seharusnya pemerintah menambah subsidi atas moda transportasi umum ini, daripada berwacana untuk menaikkan tarif," kata Toriq.

Baca Juga: Ketentuan Lengkap Pelaksanaan Vaksin Booster Januari 2022

Ia mengingatkan bahwa sepanjang tahun 2021 terjadi penurunan pengguna KAI Commuter Line, yaitu untuk wilayah operasi Jabodetabek turun sebanyak 19,6 persen dibanding jumlah pengguna KRL Jabodetabek sepanjang tahun 2020..

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X