• Sabtu, 29 Januari 2022

Ada Ancaman Khas Gunung Semeru yang Harus Diwaspadai, Yakni Awan Panas dari Ujung Aliran Lava

- Minggu, 5 Desember 2021 | 18:40 WIB
Warga mengevakuasi kambing di atas timbunan material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi.  (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Warga mengevakuasi kambing di atas timbunan material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

JAKARTA, harianmerapi.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa awan panas guguran adalah ancaman khas dari Semeru">Gunung Semeru yang terletak di wilayah Malang dan Lumajang, Jawa Timur.

"Awan panas guguran ini merupakan karakteristik ancaman khas dari Semeru">Gunung Semeru, yakni berupa awan panas yang berasal dari ujung aliran lava pada bagian lereng gunung," kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Minggu (5/12/2021).

Ia menjelaskan letusan Semeru">Gunung Semeru umumnya bertipe vulkanian dan strombolian berupa penghancuran kubah atau lidah lava, serta pembentukan kubah lava atau lidah lava baru.

"Penghancuran kubah atau lidah lava ini lantas mengakibatkan pembentukan awan panas guguran di Semeru">Gunung Semeru," katanya.

Baca Juga: Kemiskinan Meningkat, PII Wilayah DIY Siap Dampingi Sektor Wisata

Dikemukakannya bahwa endapan awan panas guguran terdiri dari material bebatuan yang memiliki suhu berkisar 800 sampai 900 derajat Celcius yang bergerak ke arah lereng tenggara Semeru">Gunung Semeru.

Jika terjadi hujan, kata dia, endapan awan panas guguran ini dapat menyebabkan banjir lahar dingin pada sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.

Potensi ancaman bahaya lainnya dari erupsi Semeru">Gunung Semeru, kata dia, berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.

Baca Juga: Paksa Novia Widyasari Aborsi Dua Kali, Oknum Polisi Randy Bagus Terancam Dipecat

Berdasarkan pemantauan Badan Geologi, aktivitas vulkanik Semeru">Gunung Semeru pada 1 dan 4 Desember 2021 merupakan aktivitas permukaan (erupsi sekunder) dan hasil analisis data kegempaan tidak menunjukkan adanya kenaikan jumlah dan jenis gempa yang berasosiasi dengan suplai magma atau batuan segar ke permukaan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

99 Karyawan Pinjol Ilegal Diamankan Polisi

Rabu, 26 Januari 2022 | 23:00 WIB
X