• Kamis, 26 Mei 2022

Penangkapan Terduga Teroris Tak Bangun Stigma Negatif MUI

- Rabu, 17 November 2021 | 22:51 WIB
Konferensi pers polisi, di Jakarta, Rabu, tentang penangkapan tersangka teroris pengurus Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman Bin Auf di Bekasi, Jawa Barat.  (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Konferensi pers polisi, di Jakarta, Rabu, tentang penangkapan tersangka teroris pengurus Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman Bin Auf di Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/Laily Rahmawaty)



JAKARTA, harianmerapi.com - Tindakan Densus 88 Antiteror Polri yang menangkap tiga terduga teroris, salah satunya anggota Komisi Fatwa MUI, bukanlah bagian dari upaya membangun stigma buruk suatu institusi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

"Penangkapan terhadap tiga terduga yang dikenali sebagai dai, dan satunya lagi tercatat sebagai anggota Komisi Fatwa MUI, bukan dari upaya membangun stigma buruk terhadap peran dai dan institusi MUI," kata dia.

 Baca Juga: Bila Anda Terindikasi Diabetes, Segera Periksa Urine Guna Mencegah Komplikasi

Ia menilai kejadian itu hal biasa yang tidak bisa diduga terjadi dan dapat menyangkut siapa saja serta dari institusi mana saja.

Pangeran menilai, penangkapan Densus 88 merupakan aksi biasa dalam upaya mencegah terjadinya aksi terorisme karena pelaku yang ditangkap telah dibidik Densus 88 melalui rentang waktu lama dan dengan bukti-bukti kuat.

"Penangkapan terhadap para pelaku dan jaringan terorisme wajib diarahkan untuk mengusut dan menangkap tuntas dalang dari terorisme itu sendiri, karena tidak tertutup kemungkinan ada peran intelijen dan dana dari luar negeri seperti aksi teroris KKB di Papua," ujarnya.

 Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Bantul, Penganiayaan Dilakukan Saat Penyakit Jiwa Pelaku Kambuh

Ia mengatakan, semua pihak wajib menghindari dan mencegah terhadap upaya "membakar" institusi MUI hanya karena ulah oknum yang ditangkap itu menjadi pengurus di dalamnya.

Hal itu, menurut dia, karena bagaimanapun eksistensi MUI bagian tidak terpisahkan dari peran umat Islam untuk penguatan rumah kebangsaan NKRI sehingga wajib jaga bersama atas peran terhormat institusi tersebut.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Hadiri GPDRR 2022 di Bali

Rabu, 25 Mei 2022 | 07:30 WIB

Pemerintah Akan Secepatnya Hapus PPKM

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:40 WIB

Selamat Jalan Prof. Fahmi Idris

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:50 WIB
X