• Rabu, 1 Desember 2021

Kasus Pemerkosaan Remaja di Halmahera Tengah, Sejumlah Elemen Perempuan Melakukan Unjuk Rasa

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:30 WIB
Sejumlah elemen perempuan melalui Barisan Rakyat Tidore Bergerak (Baratib) mendukung upaya pengungkapan kasus pemerkosaan seorang remaja di Halteng melalui demonstrasi yang mengatasnakam Perempuan di Kota Tidore Kepulauan.  (ANTARA/Abdul Fatah)
Sejumlah elemen perempuan melalui Barisan Rakyat Tidore Bergerak (Baratib) mendukung upaya pengungkapan kasus pemerkosaan seorang remaja di Halteng melalui demonstrasi yang mengatasnakam Perempuan di Kota Tidore Kepulauan. (ANTARA/Abdul Fatah)

TERNATE, harianmerapi.com - Sejumlah elemen perempuan melalui Barisan Rakyat Tidore Bergerak (Baratib) mendukung upaya pengungkapan kasus pemerkosaan seorang remaja di Halmahera Tengah melalui demonstrasi yang mengatasnamakan Perempuan di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) .

"Selain merespon tindakan pengungkapan kasus pemerkosaan di Halmahera Tengah, pelaku pemerkosaan terhadap korban N (18) hingga meninggal dunia itu adalah karyawan PT IWIP yang sudah mengomsumsi minuman keras dan ini tindakan yang tidak berprikemanusiaan, sehingga pelaku harus dihukum setimpal," kata Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tikep Hj Rahmawaty Muhammad Sinen di Ternate, Minggu (24/10/2021).

Olehnya itu, pihaknya menyatakan, bukan hanya pada pelaku yang melakukan miras yang diproses hukum, namun perlu ditelusuri lebih jauh adalah siapa yang menjual miras tersebut.

Baca Juga: 5 Obat Alternatif Sariawan, Nomor 3 Jangan Pakai Gula

"Tetapi pada intinya kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku yang sudah diamankan oleh Polres Halmahera Tengah dengan empat pelaku di antaranya DN (22), HN (21) asal Halbar DK (22) asal Tidore, OG (21) asal Obi Halsel harus dihukum mati," kata Rahmawati.

Rahamawati juga menegaskan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh pelaku ini, sudah melebihi batas kemanusiaan dan tidak lagi diterima dengan akal sehat. Maka dari itu, kita harus benar-benar cari tahu yang penjual miras itu siapa.

Dia menambahkan, bahwa dirinya akan merespon dan mendukung kaum Perempuan di Kota Tidore yang terbagabung Barisan Rakyat Tidore Bergerak (Baratib) dalam beberapa hari ke depan melakukan demonstrasi, yang salah satunya tuntaskan kekerasaan seksual di Halteng maupun di Kota Tidore Kepulauan.

Baca Juga: Gempa Yang Terjadi di Banyubiru, Ambarawa dan Salatiga Sangat Dangkal. BMKG Menyebut Sebagai Gempa Swarm

Sebelumnya, Ratusan massa Front Perjuangan Almarhumah RU dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Ternate mendatangi Polda Malut untuk menuntut empat pelaku pemerkosa korban RU hingga meninggal dunia untuk dihukum mati.

Koordinator massa, Gufran Ayub dalam orasinya meminta agar Polda Malut segera mendesak Polres Halmahera Tengah (Halteng) percepatan penyelidikan kasus dugaan perkosaan dan pembunuhan terhadap korban RU (18 tahun).

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Kios Milik IPB di Dramaga Bogor Terbakar

Senin, 22 November 2021 | 10:37 WIB

Ini Kronologi Bandar Narkoba Tabrak Polisi di Cirebon

Minggu, 21 November 2021 | 19:33 WIB

KKB Beli Amunisi dari Hasil Menjual Emas Pendulangan

Minggu, 21 November 2021 | 17:19 WIB

Wapres : MUI Harus Lebih Waspada Rekrut Anggota

Jumat, 19 November 2021 | 20:35 WIB
X