• Selasa, 7 Desember 2021

Gempa Yang Terjadi di Banyubiru, Ambarawa dan Salatiga Sangat Dangkal. BMKG Menyebut Sebagai Gempa Swarm

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:59 WIB
Ilustrasi-Seismograf mencatat getaran akibat gempa bumi. ( ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi-Seismograf mencatat getaran akibat gempa bumi. ( ANTARA/Shutterstock)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, daerah Banyubiru, Ambarawa, dan Salatiga di wilayah Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, mengalami 32 kali gempa sangat dangkal dalam kurun 23 sampai 24 Oktober 2021 pukul 10.00 WIB.

Menurut Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Minggu (24/10/2021), gempa-gempa tersebut pusatnya berada pada kedalaman kurang dari 30 kilometer.

"Gempa paling banyak terjadi berada pada kedalaman kurang dari 10 kilometer, di mana gempa terdangkal berada pada kedalaman tiga kilometer, yang terjadi sebanyak tiga kali," katanya.

Baca Juga: Update Covid-19 DIY, 25 Kasus Positif, 36 Orang Sembuh, dan 1 Kasus Meninggal

Ia mengatakan bahwa gempa-gempa tersebut magnitudonya kecil, tidak ada yang melebihi 3,5.

"Gempa paling banyak terjadi memiliki magnitudo kurang dari 3,0 dengan magnitudo terkecil yang dapat dianalisis adalah gempa dengan magnitudo 2,1," katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan sebaran temporal magnitudo gempa maka fenomena tersebut dapat dikategorikan sebagai gempa swarm, rangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi sangat tinggi yang berlangsung dalam waktu relatif lama di suatu kawasan tanpa ada gempa kuat sebagai gempa utama.

Baca Juga: Bantu Mewujudkan Herd Immunity, PDM Kulon Progo Gelar Vaksinasi Massal

Menurut dia, penyebab gempa swarm umumnya berkaitan dengan transpor fluida, intrusi magma, atau migrasi magma yang menyebabkan terjadinya deformasi batuan bawah permukaan di zona gunung api.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X