• Selasa, 7 Desember 2021

Mobilitas Kaum Santri Berjalan Cepat dan Positif : Mahfud MD : Sekarang Lulusan Pesantren Bisa Jadi Rektor

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 22:29 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD pada acara Silaturrahim Menko Polhukam dengan Rektor, Guru Besar, Senat Akademik, dan Dekan di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu (23/10/2021).  (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam Mahfud MD pada acara Silaturrahim Menko Polhukam dengan Rektor, Guru Besar, Senat Akademik, dan Dekan di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu (23/10/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)

JAKARTA, harianmerapi.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut dalam beberapa dekade terakhir ini mobilitas kaum santri berjalan cepat dan positif di Indonesia.

Menurut Mahfud, posisi yang sampai tahun 1970-an sulit diduduki dan tidak terbayangkan bisa diduduki oleh lulusan pesantren, ternyata sekarang ini sudah banyak yang bisa diduduki oleh kaum santri.

"Lihatlah sekarang ini, orang yang lulusan pesantren seperti Prof. Mohammad Nasih bisa jadi Rektor Unair. Lihat juga para wakil rektor dan guru besar yang ada di sini, banyak yang berlatar belakang santri," ujar Mahfud pada acara "Silaturrahim Menko Polhukam dengan Rektor, Guru Besar, Senat Akademik, dan Dekan" di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga: MotoGP Emilia Rogmana: Ducati Kuasai Baris Terdepan Start, Francesco Bagnaia Raih Pole Position

Menurutnya, kata santri tidak hanya dikaitkan dengan orang yang hanya lulus pondok pesantren, tetapi dinisbahkan kepada orang-orang Islam yang rajin melaksanakan ajaran agamanya, maka mobilitas vertikal itu menjadi tampak lebih besar.

"Di kabinet sekarang saja, misalnya, banyak menteri dan pejabat setingkat menteri yang taat beribadah tanpa ragu atau malu untuk melaksanakannya," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini dalam siaran persnya.

Yang tak terbayangkan pada awal tahun 1970-an itu, kata dia, ternyata santri-santri sekarang sudah merangsek ke berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: PLN Kumpulkan Donasi Rp4,3 Miliar untuk Penyambungan Listrik Keluarga Pra Sejahtera

"Sekarang banyak yang menjadi profesor, perwira tinggi TNI-Polri, dokter, insinyur, ahli hukum, politisi, birokrat, dan sebagainya," tuturnya.

Dalam merefleksikan Hari Santri Nasional yang bertema "Peran Perguruan Tinggi dalam Internalisasi Ideologi Pancasila" ini, Mahfud meminta kaum santri harus terus berprestasi membangun bangsa dengan penuh persaudaraan dan toleransi sesuai dengan ideologi Pancasila.

Baca Juga: Pemerintah Akan Bantu Perawatan Area Makam Bung Karno

Dalam Silaturrahim dengan Dewan Guru Besar Unair itu, lulusan Ponpes Almardhiyyah di Pamekasan, Madura ini berpesan agar kaum santri tetap merawat NKRI dengan moderasi beragama atau Wasathiyyah Islam.

Acara silaturrahim itu dipimpin langsung oleh Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih dengan virtual hybrid yang dikunjungi secara luas oleh masyarakat melalui akses kanal Youtube, Instagram live, dan Twitter space.*

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X