• Sabtu, 4 Desember 2021

Sejarah Hari Santri Nasional Berawal dari Seruan Jihad Lawan Penjajah

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:20 WIB
Sejarah Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober sebagai peringatan resolusi jihad. (Arif Septoro Riza Marzuqi)
Sejarah Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober sebagai peringatan resolusi jihad. (Arif Septoro Riza Marzuqi)


JOGJA,harianmerapi.com - Pemerintah Indonesia mulai memperingati Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober sejak tahun 2015 yang lalu. Tanggal tersebut dinilai bersejarah bagi Indonesia.

Penetapan Hari Santri Nasional dilakukan dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj melalui channel Youtube TVNU menjelaskan penetapan tanggal peringatan Hari Santri Nasional dilakukan dengan diskusi ilmiah.
Sebelumnya, ada usulan peringatan Hari Santri Nasional dilakukan setiap tanggal 1 Muharrom, namun usulan itu disanggah.

Baca Juga: Download Logo Hari Santri Nasional 2021 untuk Ucapan, Spanduk, Pamflet Lengkap dengan Link, Tema, Makna Logo

Lalu diselenggarakan diskusi ilmiah di Bogor yang melibatkan tokoh berbagai organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU. Dalam diskusi panjang tersebut kesimpulan mengerucut pada tanggal 22 Oktober. Lalu, apa yang membuat tanggal ini dipilih?

Said Aqil Siraj menjelaskan, 22 Oktober 1945 menjadI hari bersejarah bagi kaum santri dan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Bertolak pada resolusi jihad yang disampaikan oleh KH Hasyim As'ari, puluhan ribu santri di Jawa-Madura turun ke medan perang menghalau pasukan NICA dan mempertahankan kemerdekaan.

Saat itu Kyai Hasyim As'ari berfatwa membela tanah air hukumnya fardlu 'ain. Mati dalam peperangan melawan penjajah adalah syahid. "Barangsiapa berpihak pada penjajah halal darahnya, walaupun Kyai Hasyim tidak mengatakan kafir," sebutnya. Resolusi jihad itu dirumuskan dalam sebuah pertemuan para Kyai di Surabaya.

Baca Juga: Link Download Ratusan Twibbon Hari Santri Nasional 22 Oktober 2021

Setelah adanya resolusi itu, puluhan ribu santri menghadang pasukan NICA yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby. Pertempuran demi pertempuran terjadi dan puncaknya adalah pertempuran di Surabaya, 10 November. Akibatnya ribuan santri dikabarkan tewas di medan perang.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Asrama Haji Akan Dijadikan Tempat Karantina Jemaah Umrah

Minggu, 28 November 2021 | 20:05 WIB
X