• Senin, 6 Desember 2021

Kemenag Susun Delapan Rancangan Skema Penyelenggaraan Haji dan Umrah 1443 H

- Senin, 18 Oktober 2021 | 20:04 WIB
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief (tengah) saat menghadiri media gathering di Jakarta, Senin (18/10/2021).  ((ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti))
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief (tengah) saat menghadiri media gathering di Jakarta, Senin (18/10/2021). ((ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti))

JAKARTA, harianmerapi.com - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan pihaknya telah menyusun delapan rancangan skema penyelenggaraan ibadah haji dan umrah 1443 H.

“Kami menyiapkan beberapa skenario dan mitigasi perjalanan ibadah umrah ini. Baik berupa regulasi maupun teknis penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. Baik sebelum pemberangkatan, pelaksanaan ibadah dan saat ia kembali ke Tanah Air,” kata Hilman dalam media gathering yang diikuti di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Hilman menjelaskan, skema pertama yang dibuat pihaknya adalah seluruh persyaratan jamaah umrah akan mengikuti ketentuan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 37: Sadar Diri Setelah Kehadiran Cucu

Setelah mengikuti ketentuan dari pihak Arab Saudi, jamaah juga wajib mengikuti protokol kesehatan secara ketat sebelum keberangkatan, saat pelaksanaan perjalanan ibadah umrah maupun saat kembali ke Indonesia.

Untuk pintu gerbang keberangkatan dan kepulangan, Hilman menyebutkan seluruh kegiatan akan dilaksanakan secara terpadu melalui satu pintu saja yakni Bandara Soekarno Hatta. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dalam masa pandemi Covid-19.

Menurut Hilman, penerbangan yang diizinkan untuk mengangkut jamaah umrah beserta bawaannya, pihaknya mengusulkan menggunakan penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia langsung menuju Arab Saudi.

Baca Juga: Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19 Saat Natal dan Tahun Baru

Kelima, untuk tes polymerase chain reaction (PCR), pelaksanaan tes itu akan dilakukan secara terpadu pada saat sebelum para jamaah berangkat.

Para jamaah juga akan dikarantina di Asrama Haji sebelum keberangkatan dan sesampainya di Tanah Air.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNPB: 13 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:27 WIB
X