• Selasa, 26 Oktober 2021

5 Saksi Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Budhi Sarwono di Banjarnegara

- Kamis, 16 September 2021 | 12:01 WIB
 Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/9/2021). KPK menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan pihak swasta Kedy Afandi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tahun 2017-2018.  (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/9/2021). KPK menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan pihak swasta Kedy Afandi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tahun 2017-2018. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


JAKARTA, harianmerapi.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memanggil lima orang saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara, Jawa Tengah tahun 2017-2018 yang diduga melibatkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

"Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tahun 2017-2018 untuk tersangka BS (Budhi Sarwono/Bupati Banjarnegara)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Lima saksi itu adalah Siti Munifah selaku wiraswasta/Direktur CV Putra Blambangan, Hestiyani Analiza selaku wiraswasta/Direktur CV Aztra, Jamal Arifudin selaku Direktur CV Surya Banjar, Dwi Nugroho selaku Direktur PT Kalierang Agung Jaya, dan Widjilaksono Dwi Anggoro selaku Direktur PT Purnama Putra Wijaya.

Baca Juga: Satgas Pamtas Pasang Spanduk Larangan Pekerja Migran Indonesia Keluar-Masuk Perbatasan

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km 5.5, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta," kata dia.

Selain Budhi, KPK juga telah menetapkan Kedy Afandi (KA) dari pihak swasta/orang kepercayaan Budhi sebagai tersangka.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca Juga: Menko PMK Minta Sekolah Segera Gelar PTM Bila Pendidik Sudah 100 Persen Divaksin

Dalam konstruksi perkara, KPK menyebut pada September 2017, Budhi memerintahkan Kedy memimpin rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri oleh para perwakilan asosiasi jasa konstruksi di Kabupaten Banjarnegara.

 

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Terbang, Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:12 WIB
X