• Selasa, 26 Oktober 2021

Ada Beberapa Varian Baru Covid-19 Yang Harus Diwaspadai. Simak Penjelasan Dari Kementerian Kesehatan

- Selasa, 14 September 2021 | 19:30 WIB
Tangkapan layar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam acara bertajuk “Percepatan Vaksinasi, Solusi Jitu Cegah Virus Baru” yang terpantau secara daring di Jakarta, Selasa (14/9/2021).  ((ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti))
Tangkapan layar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam acara bertajuk “Percepatan Vaksinasi, Solusi Jitu Cegah Virus Baru” yang terpantau secara daring di Jakarta, Selasa (14/9/2021). ((ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti))

JAKARTA, harianmerapi.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan terdapat beberapa jenis varian baru yang lahir akibat adanya mutasi virus SARS-CoV-2 yang harus lebih diwaspadai. Varian baru tersebut, telah masuk ke dalam kategori variant of Interest (VOI).

“Kita harus terus waspada walaupun saat ini kita sudah cukup berhasil keluar dari gelombang kedua. Kita tahu 98 persen virus Covid-19 yang beredar di negara kita ini adalah varian delta, tapi tidak menutup kemungkinan munculnya varian-varian baru yang sudah terdeteksi, juga di negara-negara lain,” kata Nadia, dalam acara bertajuk “Percepatan Vaksinasi, Solusi Jitu Cegah Virus Baru” yang terpantau secara daring di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Dia mengungkapkan, beberapa varian baru tersebut, yakni varian lambda yang telah dilaporkan oleh sebanyak 42 negara dan varian mu yang juga dilaporkan oleh 49 negara.

Baca Juga: Polri Siap Amankan Pelaksanaan PON XX di Papua Dari Gangguan kelompok Kriminal Bersenjata

Lebih lanjut Nadia mengatakan varian yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah varian C.1.2 yang sudah mulai dilaporkan terdeteksi di sembilan negara. Namun, hingga hari ini varian tersebut belum dapat digolongkan, baik dalam kategori variant of interest ataupun variant of concern (VOC).

Varian baru tersebut, kata dia, dapat menyerang siapapun karena tidak melihat batas usia seseorang ataupun sebuah populasi khusus. Varian tersebut juga sangat rentan dapat menular kepada anak-anak.

“Dia bisa menyerang, mulai dari bayi, balita, orang dewasa, bahkan pada lansia (penduduk lanjut usia). Kita melihat pada usia lansia ini risikonya menjadi lebih tinggi, bahkan pada orang yang memiliki komorbid (penyakit bawaan), begitu juga pada anak-anak,” kata Nadia.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Untuk Klarifikasi Dugaan Penghinaan Oleh @gundik_empang

Ia mengimbau bagi seluruh warga supaya tidak mengalami euforia melihat jumlah kasus aktif di Indonesia yang mulai turun dan sesegera mungkin melakukan vaksinasi untuk dapat memproteksi diri dari berbagai jenis varian yang mulai terdeteksi hingga di kawasan Asia Tenggara.

Nadia mengatakan dengan melakukan vaksinasi, seseorang dapat terlindungi dari gejala berat yang disebabkan oleh Covid-19 dan juga dapat mengurangi risiko kematian hingga sebesar 95 persen.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Terbang, Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:12 WIB
X