• Selasa, 26 Oktober 2021

Masjid Baiturrahman Semarang Direnovasi dengan Anggaran Rp84 Miliar

- Jumat, 3 September 2021 | 07:42 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri peletakan batu pertama renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman Semarang, Kamis (2/9).  (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri peletakan batu pertama renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman Semarang, Kamis (2/9). (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, harianmerapi.com - Renovasi sekaligus penataan Masjid Baiturrahman, Kota Semarang, dimulai dengan anggaran mencapai Rp84 miliar.

Sebagai tanda dimulainya penataan masjid di Kawasan Simpang Lima Semarang itu adalah dengan peletakan batu pertama yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, dan pejabat dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Semarang, Kamis (2/9/2021).

Disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Didiet Arief Akhdiat, renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman dianggarkan Rp84 miliar dan ditargetkan selesai pada Agustus 2022.

Baca Juga: Agama Kasih Sayang

"Pekerjaan meliputi beberapa aspek seperti penguatan struktur masjid, penguatan struktur menara, penataan bagian depan masjid, perbaikan interior masjid, pembangunan gedung MUI, basement parkir, perbaikan sekolah dan lainnya," katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan jika renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman sudah direncanakan lama, bahkan rencana itu sudah dibahas saat kunjungan Presiden Joko Widodo di Kota Semarang beberapa waktu lalu.

"Harapan kita Masjid Baiturrahman ini akan jadi salah satu ikon dari area Simpang Lima. Tadi sudah dijelaskan konsepnya, desainnya menurut saya bagus banget. Di depan ini ada kolam air, menara diperbaiki dan struktur masjid dikuatkan. Parkir ditata dan kapasitasnya ditingkatkan karena ada basement. Pasti dijamin lebih cantik, gelegernya dilihat pasti lebih wah, lebih adem lihatnya," ujarnya.

Baca Juga: Pengunjung Kompleks Balai Kota Yogyakarta Wajib Vaksin dan Masker

Ganjar mengaku memiliki kenangan yang penuh emosional di Masjid Baiturrahman Semarang. Masjid karena dirinya dulu sering menumpang tidur tatkala masih menjadi mahasiswa.

"Saya punya hubungan emosional dengan masjid ini. Kira-kira tahun 1992 saat saya nulis skripsi, penelitian saya itu di Kaligawe. Saya ingat betul, saya tidak punya saudara di Semarang bingung mau 'nginep' di mana. Akhirnya saya tidur di masjid ini," katanya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X