HARIAN MERAPI – Wakil Bupati Temanggung, Nadia Muna, mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat tali silaturahmi, persaudaraan, dan komitmen menjaga kerukunan di daerah tersebut.
“Semoga momentum ini mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen kita menjaga kerukunan di Temanggung,” ujar Nadia Muna pada Halal Bi Halal Forkopimda bersama tokoh lintas agama, pemuda dan mahasiswa yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Temanggung, Kamis (9/4/2026).
Nadia menegaskan kerukunan merupakan fondasi utama pembangunan. Keberagaman suku, agama, dan budaya di Temanggung bukanlah pemisah, melainkan kekuatan besar yang dapat dikelola dengan semangat saling menghormati dan menghargai.
Baca Juga: Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas
“Saya memberikan apresiasi kepada FKUB yang telah menjadi jembatan dialog dan perekat harmoni antarumat beragama,” tambahnya.
Dia mengajak semua pihak untuk menjadikan Temanggung sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan rukun. Dengan semangat gotong royong, optimistis masyarakat mampu menciptakan suasana kondusif yang mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Mari kita bersama-sama menjaga Temanggung sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan rukun. Dengan semangat gotong royong, kita mampu menciptakan suasana kondusif yang mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Nadia Muna mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial. Hal ini, kata dia, demi terwujudnya Temanggung yang maju dan sejahtera.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, MES DIY Jalin Kolaborasi Strategis Jogja Halal Fest #3
“Akhir kata, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial demi terwujudnya Temanggung yang maju dan sejahtera,” kata dia.
Ketua FKUB Temanggung Muhammad Sholeh mengatakan FKUB mengingatkan kembali pentingnya meneladani semangat awal mula halal bi halal di tahun 1948, yang bertujuan menyelesaikan carut-marut politik dan kehidupan berbangsa.
"Halal bi halal untuk menyelesaikan carut-marutnya politik dan kehidupan berbangsa. Halal bihalal saja tidak cukup jika hanya jadi seremoni. Harapan kami, jangan hanya menjadi seremonial. Insyaallah, FKUB terus akan melakukan upaya nyata," ujar dia.
Dia mengatakan inti puasa adalah menahan diri dan mengendalikan pengeluaran serta hawa nafsu, bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ia menekankan bahwa nilai ibadah vertikal baru bermakna jika diwujudkan dalam perilaku sosial kemanusiaan.
"Jangan sampai puasa hanya seremonial. Setelah berpuasa, harus ada disiplin dan peningkatan akhlak. Tanpa itu, manusia sulit naik derajat," kata dia, sembari mengatakan inti puasa untuk dapat diteruskan dan diaplikasikan di kehidupan keseharian. *