HARIAN MERAPI - Indonesia Australia Red Meat and Cattle Partnership kembali menyelenggarakan “Pelatihan Pengelolaan Usaha Peternakan Sapi Komersial Skala Kecil” Batch #6.
Tahapan pelatihan dilaksanakan di Makasar selama lima hari, baru-baru ini, dengan sasaran peserta para peternak di Kalimantan dan Sulawesi dengan jumlah kepemilikan sapi pribadi minimal 10 ekor serta sudah berorientasi komersial.
Menurut Ir Panjono SPt MP PhD IPM ASEAN Eng, dosen Fakultas Peternakan UGM sekaligus Course Leader, terlaksananya pelatihan tersebut karena ada sinergi dari sejumlah pihak.
“Misalnya pihak Indonesia Australia Red Meat and Cattle Partnership, Fakultas Peternakan UGM dan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin,” ungkap Panjono.
Total pendaftar pada pelatihan kali ini sebesar 101 peternak yang berasal dari 11 provinsi di Kalimantan dan Sulawesi. Dari 101 pendaftar, diseleksi seperti dari administrasi dan interview.
Akhirnya, terpilih 30 peserta dengan komposisi 20 laki-laki dan 10 perempuan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan disampaikan oleh akademisi, praktisi, dan lembaga keuangan yang kompeten di bidangnya.
Baca Juga: Sebanyak Rp1 triliun uang kejahatan lingkungan masuk ke parpol, PPATK lapor ke KPU
“Tahapan atau rangkaian pelatihan meliputi sesi materi, sesi praktikum, dan sesi kunjungan kepeternakan,” urai Panjono.
Sedangkan untuk praktikumnya terdiri dari penilaian ternak; penyiapan pakan; dan pembuatan pupuk organik. Kemudian kegiatan kunjungan dilakukan di CV Enhal Farm.
Lalu pada akhir pelatihan, ada pemaparan dari masing-masing peserta terkait rencana implementasi di usaha peternakannya setelah mendapatkan serangkaian pelatihan tersebut.
Baca Juga: Perhatian! Judi slot rugikan masyarakat Rp27 triliun per tahun, korbannya adalah anak-anak
Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Dr Syahdar Baba mengungkapkan merasa senang sebab acara berlangsung sukses dan antusiasme peserta tinggi mengikuti pelatihan dari awal sampai selesai.
“Antusiasme peserta yang luar biasa, kami harapkan mampu menciptakan trobosan baru sesuai dengan budaya maupun kekayaan sumber daya alam yang dimiliki agar mampu meningkatkan pendapatan dari usaha ternak sapi,” tandasnya.
Hal senada diungkap pula Todd Dias selaku Consulate General of Australia in Makassar, pelaksanaan pelatihan tersebut berjalan lancar dan sukses.