Biaya Tanam Padi Membengkak, Petani Sawah Tadah Hujan di Sukoharjo Sedot Air Sumur Pantek dan Sungai

photo author
Wahyu Imam Ibadi, Harian Merapi
- Kamis, 22 Juni 2023 | 14:30 WIB
Ilustrasi. Petani sawah tadah hujan harus menyedot air dengan sumur pantek. (Wahyu imam ibadi)
Ilustrasi. Petani sawah tadah hujan harus menyedot air dengan sumur pantek. (Wahyu imam ibadi)

HARIAN MERAPI - Petani sawah tadah hujan terpaksa menyedot air dari sumur pantek dan sungai untuk tetap mengairi tanaman padi saat musim kemarau seperti sekarang.

Kesulitan air yang mengharuskan menyedot air dari sumur pantek dan sungai tersebut membuat biaya perawatan membengkak.

Petani sawah tadah hujan Desa Bakipandeyan, Kecamatan Baki Suparno, Kamis (22/6/2023) mengatakan, areal pertanian di wilayahnya termasuk sawah miliknya sepenuhnya mengandalkan air dari hujan dan kini terpaksa menyedot air dari sumur pantek dan sungai.

Baca Juga: Serem, rekontruksi kasus mutilasi, tersangka Suyono peragakan potong tubuh korban

Karena kondisi sekarang sudah sangat lama tidak hujan karena sudah masuk musim kemarau. Hal ini berdampak pada kondisi sawah menjadi kering.

Petani sawah tadah hujan di musim kemarau seperti sekarang terpaksa mencari sumber air dari sumur pantek dan sungai.

Air dialirkan melalui selang atau pipa paralon yang disedot menggunakan mesin diesel. Hal ini berdampak pada biaya operasional dan perawatan tanaman padi menjadi membengkak.

"Sekarang harus keluar uang untuk biaya membeli bahan bakar untuk operasional mesin diesel atau pompa air. Air diambil dari sumur pantek, tapi ada petani sawah tadah hujan lainnya mengambil air dari sungai karena tidak punya sumur pantek sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Dugaan penghinaan profesi wartawan lewat medsos di Situbondo ditangani polisi

Suparno mengatakan dalam satu minggu sekitar tiga atau empat kali terpaksa mengiri sawah menggunakan mesin pompa air dari sumur pantek.

Sekali operasional membutuhkan biaya ratusan ribu rupiah untuk membeli bahan bakar minyak.

"Mudah-mudahan musim kemarau tidak panjang dan kembali hujan. Kalau sampai kering terus jelas petani sulit karena pilihannya memang ingin tanam padi," lanjutnya.

Tanaman padi sengaja dipilih untuk ditanam petani sekarang karena tingginya kebutuhan masyarakat dan harga jual di pasaran.

Baca Juga: DPD PPY Sleman dan Sekar Jagad sarasehan seputar motif batik, dirangkai pula launching buku, ini judulnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pemkab Sukoharjo awasi ketat ASN saat WFH

Minggu, 12 April 2026 | 12:00 WIB
X