Bupati Temanggung Minta Guru Awasi Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

photo author
Arif Zaini Arrosyid, Harian Merapi
- Jumat, 10 April 2026 | 06:17 WIB
Guru menyuapi siswa makan MBG (Foto: Zaini Arrosyid)
Guru menyuapi siswa makan MBG (Foto: Zaini Arrosyid)

HARIAN MERAPI – Seluruh guru di Kabupaten Temanggung diminta untuk turut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah masing-masing. Pengawasan itu khususnya difokuskan pada kualitas bahan makanan dan kecukupan porsi yang disajikan kepada siswa.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan pengawasan perlu dilakukan secara serius agar makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi dan jumlah yang layak.

"Jika ditemukan makanan dengan kualitas gizi yang kurang baik atau porsi yang terlalu sedikit, pihak sekolah diminta segera melaporkan dan menindaklanjuti," kata Agus Setyawan, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Kebutuhan Pangan Terjamin, Pertumbuhan Produksi Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Terus Naik

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat penyerahan Surat Keputusan (SK) Mutasi bagi 18 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan satu Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kantor Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Kabupaten Temanggung.

Menurutnya, semua pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk mengawal program ini.

“Kalau kualitas makanan yang dikirim secara gizi kurang baik atau volumenya terlalu sedikit, kita semua punya tanggung jawab untuk mengawal,” kata dia.

Ia menjelaskan Program MBG sepenuhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, program ini harus dipertanggungjawabkan secara optimal karena merupakan uang negara yang diperuntukkan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.

Baca Juga: Diskusi buku kumpulan puisi bagian dari memperingati ulang tahun Pak Laksono, karikatur potret diberikan sebagai hadiah

Bupati juga menyayangkan masih adanya temuan makanan dengan kualitas dan nilai gizi yang tidak sesuai, bahkan dinilai memprihatinkan.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak boleh dibiarkan berlarut karena dapat merugikan peserta didik.

Untuk itu, Agus mengajak para guru dan seluruh tenaga pendidik agar lebih aktif terlibat dalam pengawasan.

Dengan keterlibatan bersama, diharapkan potensi penyimpangan dapat dicegah sedini mungkin dan kualitas program tetap terjaga.

Baca Juga: Malas Tangani Laporan Parkir Liar, Oknum PPSU Malah Pakai AI di Aplikasi JAKI

“Setidaknya dengan kita ikut mengawasi, kita bisa menghambat tindakan yang tidak benar,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

17 ribu Siswa di Temanggung ikuti TKA

Jumat, 10 April 2026 | 07:51 WIB

Mbah Konil ditemukan meninggal di Kali Gondok

Selasa, 7 April 2026 | 05:53 WIB
X