HARIAN MERAPI – Seluruh guru di Kabupaten Temanggung diminta untuk turut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah masing-masing. Pengawasan itu khususnya difokuskan pada kualitas bahan makanan dan kecukupan porsi yang disajikan kepada siswa.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan pengawasan perlu dilakukan secara serius agar makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi dan jumlah yang layak.
"Jika ditemukan makanan dengan kualitas gizi yang kurang baik atau porsi yang terlalu sedikit, pihak sekolah diminta segera melaporkan dan menindaklanjuti," kata Agus Setyawan, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Kebutuhan Pangan Terjamin, Pertumbuhan Produksi Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Terus Naik
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat penyerahan Surat Keputusan (SK) Mutasi bagi 18 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan satu Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kantor Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Kabupaten Temanggung.
Menurutnya, semua pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk mengawal program ini.
“Kalau kualitas makanan yang dikirim secara gizi kurang baik atau volumenya terlalu sedikit, kita semua punya tanggung jawab untuk mengawal,” kata dia.
Ia menjelaskan Program MBG sepenuhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, program ini harus dipertanggungjawabkan secara optimal karena merupakan uang negara yang diperuntukkan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
Bupati juga menyayangkan masih adanya temuan makanan dengan kualitas dan nilai gizi yang tidak sesuai, bahkan dinilai memprihatinkan.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak boleh dibiarkan berlarut karena dapat merugikan peserta didik.
Untuk itu, Agus mengajak para guru dan seluruh tenaga pendidik agar lebih aktif terlibat dalam pengawasan.
Dengan keterlibatan bersama, diharapkan potensi penyimpangan dapat dicegah sedini mungkin dan kualitas program tetap terjaga.
Baca Juga: Malas Tangani Laporan Parkir Liar, Oknum PPSU Malah Pakai AI di Aplikasi JAKI
“Setidaknya dengan kita ikut mengawasi, kita bisa menghambat tindakan yang tidak benar,” katanya.