Banyak perpustakaan di Sleman belum terakreditasi nasional, Dinas PAD lakukan hal ini

photo author
Koko Triarko, Harian Merapi
- Senin, 15 September 2025 | 20:35 WIB
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, saat sosialisasi e-book di sekolah MTsN 10 Sleman, Senin (15/9/2025).  (Koko Triarko)
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, saat sosialisasi e-book di sekolah MTsN 10 Sleman, Senin (15/9/2025). (Koko Triarko)

Dr Shavitri Nurmala Dewi MA mengatakan lagi, bahwa masih banyaknya perpustakaan yang belum terakreditasi disebabkan adanya berbagai persyaratan seperti sarana prasana, jumlah koleksi buku, yang harus dipenuhi.

"Selain itu, juga dalam setahun hanya diberikan kesempatan bagi empat perpustakaan untuk mengajukan akreditasi," katanya.

Sementara itu, sosialisasi e-book yang diadakan di MTsN 10 Sleman, merupakan salah satu rangkaian proses pengajuan akreditasi nasional bagi perpustakaan di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah MTsN 10 Sleman Paijo SAg, mengatakan kegiatan sosialisasi e-book di sekolahnya merupakan acara pendukung bagi upaya mendapatkan akreditasi nasional.

Baca Juga: Integrasi Data dengan Dukcapil Percepat Proses Layanan BRI

Dia mengatakan, sosialisasi e-book juga upaya mendongkrak minat baca anak-anak di era digital saat ini.

"Dengan adanya e-book ini, nantinya anak-anak tidak harus datang ke perpustakaan. Cukup dari rumah bisa membuka e-book," katanya.

Paijo SAg, mengungkapkan pula dengan adanya e-book nantinya para siswa bisa lebih mudah untuk menambah ilmu dan wawasan dengan membaca buku, untuk bekal persiapan masa depan.

"Harapannya dengan banyak membaca buku, wawasan anak-anak bisa melampaui zamannya," katanya.

Baca Juga: Gelar Aksi di Depan PN Bantul, Massa Mendesak Pembunuh Sopir Taksi Online Dihukum Mati

Perpustakaan MTsN 10 Sleman saat ini memiliki koleksi sebanyak 3.677 judul buku dengan jumlah 8.973 eksemplar. Dengan sistem pelayanan semi digital, peminjaman buku dilakukan melalui aplikasi dan presensi komputerisasi.

Kepala Perpustakaan MTsN 10 Sleman, Marfiah SPd, mengungkapkan dengan sistem pelayanan semi digital itu para siswa yang hendak meminjam buku datang ke perpustakaan, kemudian akan diberikan barcode.

Menurutnya, dengan adanya e-book akan bisa menambah koleksi dan kualitas buku yang bisa diakses oleh anak-anak.

Baca Juga: Menkop : Tiap kopdes memiliki plafon pinjaman hingga Rp3 miliar

"Kami juga terus berupaya meningkatkan minat baca anak-anak dengan memberikan penghargaan seperti penghargaan Best Reader, hingga membuat pojok perpustakaan di setiap kelas," kata Marfiah, sembari menambahkan jika siswa didik di sekolahnya sangat menyukai buku-buku fiksi, seperti komik dan novel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X