"Dan, itu berhasil dengan diraihnya swasembada beras pada tahun 1986, dan mendapatkan penghargaan dari FAO," katanya.
Namun seiring perubahan zaman, keberadaan BUUD dan KUD semakin terpinggirkan. Apalagi, setelah Presiden Soeharto tidak lagi berkuasa.
Lebih-lebih lagi, saat ini di tengah gegap-gempita cita-cita ambisius menciptakan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, KUD seakan semakin terlupakan.
Terkait hal tersebut, Tugiman berharap agar KUD tidak ditinggalkan, mengingat jasa dan perannya di masa lalu.
"Kami, tentu saja berharap Kopdes Merah Putih nantinya bisa bersinergi dengan KUD. Mengingat, hampir semua programnya sama. Dan, KUD lebih berpengalaman," katanya.
Tugiman menuturkan lagi, bahwa selama ini KUD di kabupaten Sleman masih eksis dan beroperasi melayani kebutuhan masyarakat.
Dia mengungkapkan, saat ini setidaknya ada sekitar 200 orang anggota Forum Komunitas KUD Sleman dari 17 KUD yang ada di sejumlah kapanewon.
"Semuanya masih aktif, dan rutin mengadakan rapat anggota tahunan atau RAT," katanya.
Karena itu Tugiman berharap, agar nantinya ada kebijakan dari pemerintah terkait sinergitas dan kerja sama KUD dengan Kopdes Merah Putih. *