Secara kontinu setiap tahun ditanam durian lokal untuk warga. Andai sejak dulu sering menanam pohon seperti ini, dia yakin semua warga mempunyai pohon durian.
"Sebelumnya memang tidak masif atau sedikit menanam pohon, namun setelah itu kami intens menanam durian lokal. Banyak keuntungannya karena, sekali tanam pohon bisa dinikmati sampai anak cucu," katanya.
Keberadaan kelompok tani juga membantunya untuk melakukan sosialisasi. Di Desa Hulosobo terdapat tujuh kelompok tani, yang masing-masing diminta aktif menanam durian lokal.
Letak geografis Desa Hulosobo ini agak di tengah, tidak di pinggir jalan provinsi, jadi kalah penjenamaan atau branding. Padahal yang masuk desa ini para pedagang dari luar daerah.
Pada puncak panen tahap pertama itu setiap hari ribuan durian keluar dari desa ini untuk dipasarkan ke berbagai daerah.
Pada musim durian ini merupakan awal dari tahap kedua dan nanti masih ada tahap ketiga.
Kemungkinan hingga Lebaran 2024 masih ada durian.
Yang pasti, melalui bazar durian tersebut bakal makin banyak orang mengenal durian dari Desa Hulosobo yang berasa legit itu.*