HARIAN MERAPI - Keterlibatan penyandang disabilitas dalam persiapan Pemilu 2024 sangat kurang. Sebab sosialiasi dan peran aktif melibatkan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan kepemiluan jarang dilakukan.
Keluhan tersebut diharapkan tidak menyurutkan antusias penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilih.
Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto, Kamis (18/1/2024) mengatakan, sejak awal tahapan persiapan Pemilu 2024 dijalankan banyak penyandang disabilitas mengeluh karena kurang dilibatkan dalam berbagai kegiatan.
Keluhan muncul karena sosialiasi, edukasi dan keterlibatan langsung penyandang disabilitas sangat diperlukan.
Terlebih lagi penyandang disabilitas membutuhkan perlakuan khusus saat pelaksanaan Pemilu 2024 nanti.
Keluhan semakin bertambah setelah pada tahap sortir dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 penyandang disabilitas tidak dilibatkan.
Padahal tahapan tersebut sangat penting mengingat setiap kali pelaksanaan Pemilu, penyandang disabilitas selalu dilibatkan dalam tahapan sortir dan pelipatan surat suara.
Pada tahap sortir dan pelipatan surat suara apabila penyandang disabilitas dilibatkan maka, seperti dikatakan Edy sangat membantu.
Sebab penyandang disabilitas bisa mengetahui secara langsung surat suara dan sistem pelipatan yang digunakan pada pelaksanaan Pemilu 2024.
"Sosialiasi dan edukasi. Apalagi keterlibatan dalam persiapan Pemilu 2024 melibatkan penyandang disabilitas sangat kurang," katanya.
Baca Juga: Ini Komitmen Tiga Capres dalam Penguatan Antikorupsi
"Banyak keluhan dari penyandang disabilitas karena memang mereka sangat membutuhkan itu sebagai informasi dan pengetahuan mereka dalam menghadapai Pemilu 2024," lanjutnya.