Menurut Pj Bupati, rencana relokasi menjadi solusi alternatif terbaik demi keamanan siswa maupun guru saat belajar mengajar.
Selain itu juga menghindari risiko terburuk seperti kejadian longsor yang terjadi sebelumnya.
Untuk sementara, dia menambahkan Pemkab Karanganyar memberikan dispensasi kepada sekolah untuk memulangkan para siswa maupun guru bila terjadi hujan lebat yang menimbulkan potensi terjadinya bencana.
Baca Juga: Pesan menyentuh Pj Walikota Salatiga kepada organisasi Islam di Kota Toleran
"Bila nanti cuaca mungkin ada hujan lebat kita memberi dispensasi kepada kepala sekolah untuk mengambil langkah memulangkan lebih dini anak-anak," katanya.
"Supaya mereka belajar di rumah, supaya resiko-resiko terburuk tidak terjadi, sembari kita mencari solusi yang permanen," lanjutnya.
Kepala SMP Negeri 1 Jenawi, Sunarto mengatakan, pasca terjadinya longsor, kegiatan belajar mengajar (KBM) diliburkan sementara.
KBM dilaksanakan di rumah masing-masing. "Siswa kami beri tugas belajar di rumah hari ini," kata dia.
Baca Juga: Seorang pemuda hilang saat mancing di Jembatan Srandakan, ini barang-barang yang ditinggalkan
Saat ini, dia mengatakan sekolah masih terfokus pada pembersihan dari sisa material longsoran.
Pembersihan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak seperti polisi, TNI dan sukarelawan.
Berbekal alat manual, pembersihan material longsoran dilakukan.
"Mudah-mudahan bisa secepatnya digunakan lagi untuk kegiatan belajar," kata dia.
Terkait data adminstrasi sekolah karena longsor menimpa bangunan ruang tata usaha (TU), dia mengatakan sebagian besar bisa diselamatkan.