Wisata religi Kebun Raya Gunung Tidar Magelang terkait syiar Islam Syekh Subakir, tak ada yang berani sembrono

- Kamis, 1 Desember 2022 | 12:47 WIB
Obyek wisata budaya dan religi Kebun Raya Gunung Tidar Magelang, Jawa Tengah. (Foto: magelangkota.id)
Obyek wisata budaya dan religi Kebun Raya Gunung Tidar Magelang, Jawa Tengah. (Foto: magelangkota.id)


HARIAN MERAPI - Kebun Raya Gunung Tidar Magelang juga menawarkan paket wisata budaya dan wisata religi. Wisata budaya dan wisata religi di Kebun Raya Gunung Tidar Magelang ini terkait kisah sejarah syiar Islam.

Sebagai destinasi wisata budaya dan religi, Kebun Raya Gunung Tidar Magelang juga sudah sejak ratusan tahun silam dikenal sebagai Paku Tanah Jawa.

Adapun kisahnya bermula dari kedatangan Syekh Subakir di Gunung Tidar Magelang pada tahun 1404 Masehi.

Ulama besar dari Turki itu datang mengemban titah raja untuk menyebarkan Islam di Jawa.
Dia diutus setelah beberapa ulama lainnya gagal berdakwah karena dihadang jin penguasa Jawa.
Namun, Syekh Subakir berhasil mengalahkan jin penguasa Jawa di Gunung Tidar tersebut sehingga bisa berdakwah.

Baca Juga: Horoskop ramalan cinta zodiak Cancer, Leo dan Virgo Jumat 2 Desember 2022, atur kencan dengan seseorang

Dalam pertarungannya mengalahkan jin penguasa Jawa itu dikisahkan Syekh Subakir menggunakan tombak pusaka.

Tombak pusaka itu lalu disebut Kiai Sepanjang, dan dipercaya masih ada hingga sekarang.
Tombak Kiai Sepanjang itu dibuatkan semacam nisan dari kayu yang sudah memfosil. Kayu ini khusus didatangkan dari Sragen, Jawa Tengah.

Kemudian keberadaan Syekh Subakir di Gunung Tidar juga dibuatkan tetenger berupa maqom, yang berarti petilasan.

Sementara itu jin penguasa Jawa yang dipercaya sebagai Eyang Semar Ismoyojati juga dibuatkan maqom.

Maqom Eyang Semar Ismoyojati berupa bangunan dari batu bata merah yang berbentuk kerucut seperti gunung atau tumpeng.

Baca Juga: Inilah efek buruk bila oli mesin tercampur air, sering terjadi bila pengendara menerobos banjir

Keberadaan tiga petilasan yang hingga kini dipercaya keramat itulah yang menjadi objek wisata budaya dan religi di Kebun Raya Gunung Tidar Magelang.

Sementara terkait sebutan Paku Tanah Jawa, konon karena Syekh Subakir menancapkan rajah di puncak di Gunung Tidar sebagai tolak bala.

Rajah itulah yang dimaksud dengan Paku Tanah Jawa, meski ada versi lain yang mengisahkan berbeda.

Keberadaan wisata budaya dan religi Kebun Raya Gunung Tidar Magelang dengan kisahnya tentang Syekh Subakir tidak serta-merta muncul begitu saja.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X