Setahun landai, Desa Wisata Nglinggo Kulon Progo siapkan talenta digital marketing, promosikan 4 eduwisata, apa saja?

photo author
Koko Triarko, Harian Merapi
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 08:30 WIB
Pelaku wisata Desa Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, mengikuti  pelatihan digital marketing bekerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) DIY, di padukuhan setempat, Jumat (23/5/2025).  (Koko Triarko)
Pelaku wisata Desa Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, mengikuti pelatihan digital marketing bekerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) DIY, di padukuhan setempat, Jumat (23/5/2025). (Koko Triarko)

HARIAN MERAPI - Desa Wisata Nglinggo di Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, menyiapkan talenta digital marketing, guna menggencarkan promosi melalui internet.

Untuk itu, pengelola Desa Wisata Nglinggo di Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) DIY menggelar pelatihan digital marketing di padukuhan setempat, Jumat (23/5/2025).

Puluhan pelaku wisata di Desa Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, pun tampak antusias mengikuti pelatihan digital marketing yang digelar bersama BMM DIY, tersebut.

Baca Juga: Tanggapan Jokowi Soal Hasil Penyelidikan Ijazah oleh Bareskrim: Ya Memang Asli

Kepala Dukuh Nglinggo Barat Teguh Kumoro, mengatakan pelatihan digital marketing ini akan fokus mengembangkan empat eduwisata, yang selama ini kurang maksimal.

"Selama ini kami memang agak terlena dengan kedatangan wisatawan yang hanya datang untuk menikmati keindahan alam Desa Nglinggo. Padahal, di sini juga ada potensi eduwisata yang menarik," katanya.

Teguh Kumoro mengungkapkan, Desa Wisata Nglinggo juga punya empat potensi eduwisata yang selama ini menarik bagi wisatawan mancanegara.

"Empat potensi eduwisata itu adalah Eduwisata Gula Aren, Kopi, Teh Sangrai, dan Es Krim Susu Kambing Etawa," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Hanan Land, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Sertifikat Tanah Kavling Korban Digadaikan Tersangka

Menurut Teguh Kumoro, mayoritas warga Nglinggo memang bekerja sebagai petani dan peternak. Dua bidang usaha ini tidak bisa dipisahkan, karena bagi petani hasil ternak itu menjadi tabungan.

"Sedangkan, limbah ternak menjadi sumber pupuk alami bagi pertanian," kata Teguh Kumoro.

Konsep keberlanjutan itulah, menurut Teguh Kumoro, yang saat ini tengah digencarkan sebagai potensi edukasi di di Desa Wisata Nglinggo.

Baca Juga: Kejari Karanganyar Tetapkan Kadinas Kesehatan Karanganyar Sebagai Tersangka Kasus Pengadaan Alkes Rp12 Miliar

Dia pun berharap, dengan adanya pelatihan digital marketing dan pendampingan dari BMM DIY akan membuat pariwisata di Desa Wisata Nglinggo semakin berkembang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X