HARIAN MERAPI – Banyak kaum pria penyandang diabetes melitus yang mengeluh mengalami impotensi atau disfungsi ereksi.
Salah seorang warganet menceritakan hal itu kepada ahli kesehatan Prof Zubairi Djoerban dan minta sarannya.
Warganet tersebut menanyakan apakah dirinya perlu minum obat kuat untuk mengatasi impotensinya ?
Baca Juga: Ingin liburan hemat akhir tahun, catat beberapa tips berikut ini
Zubairi Djoerban menjawab pertanyaan tersebut melalui akun twitter pribadinya yang dikutip harianmerapi.com Minggu (24/12/2023).
Zubairi Djoerban menyarankan untuk mencari penyebabnya terlebih dulu, apakah impoten tersebut karena diabetesnya atau karena sebab lain.
“Kita lihat dulu sebabnya, apakah hanya karena diabetesnya atau sebab lain, karena biasanya diabetes ada penyerta seperti darah tinggi,” jelasnya.
Baca Juga: Perekonomian Indonesia 2024 diprediksi akan membaik, Sri Mulyani : Harus tetap waspada
Menurutnya, kalau untuk obat darah tinggi dan beberapa obat untuk penyakit lain, memang ada yang bisa sebabkan disfungsi ereksi. Kemudian, bisa juga akibat stres dan diabetesnya.
Intinya, harus dilihat dulu sebabnya. Jika disebabkan oleh obat darah tinggi, maka stop dulu dan ganti dengan obat lain agar tekanan darah terkontrol.
Kalau masih mengalami disfungsi ereksi, lanjutnya, maka perlu ke spesialis urologi ketika diabetesnya sudah terkontrol karena pengobatannya bisa macam-macam.
Baca Juga: Rutan Kelas IIB Wates Kulon Progo larang tahanan merokok di ruang tahanan
“Jadi harus hati-hati dalam mengonsumsi obat disfungsi ereksi,” pesan Zubairi Djoerban.
“Ingat juga ketika harus konsumsi obat jantung koroner. Beberapa obat tidak bisa digabung dengan obat untuk disfungsi ereksi,” katanya.