• Sabtu, 29 Januari 2022

Disetrum Penunggu Gedung Tua

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:54 WIB
Kantor tua yang dibangun akhir tahun 70-an itu tidak terawat. (Ilustrasi Pramono Estu)
Kantor tua yang dibangun akhir tahun 70-an itu tidak terawat. (Ilustrasi Pramono Estu)

MAKHLUK halus penunggu gedung tua, biasanya tidak senang jika ada manusia yang datang. Itulah yang membuat cerita misteri.  Isyarat ketidaksenangan itu berupa aneka macam gangguan yang bisa dilihat atau dirasakan, termasuk dengan cara disetrum.

Selepas resign dari pabrik, saya memutuskan membuka usaha. Berdasar pengamatan, saya lihat peluang bisnis minuman kekinian masih terbuka lebar. Permasalahannya kemudian adalah lokasi tempat usaha.

Tanya sana-sini, sewa kios sepanjang jalan raya Kacangan sudah tinggi harganya. Jangankan untuk kios atau emperan toko, bahkan trotoar saja ada harganya.

Sedang galau, mendadak sebuah ilham mampir ke kepala. Saya teringat bapak tiap satu bulan sekali pertemuan di kantor veteran. Saya berandai-andai bisa membuka usaha di situ tanpa biaya sewa.

Baca Juga: Pria Jomblo Dikerjain Makhluk Cantik

Saya seolah dituntun untuk mensurvei kantor veteran. Sebuah kantor tua yang dibangun akhir tahun 70-an. Lokasinya strategis, hanya saja kontur tanahnya lebih rendah dari jalan raya. Sehingga bangunannya menjorok ke bawah. Untungnya tepi jalan raya masih menyisakan cukup ruang.

Lantaran digunakan sekali dalam sebulan, itupun oleh pensiunan yang lanjut usia, tentu saja kantornya tidak terawat. Catnya kusam, halaman penuh rumput liar, atap keropos dan satu dua genting jatuh. Nuansa angker cukup terasa di tempat ini.

Lokasi kantor veteran sebetulnya berdekatan dengan fasilitas umum seperti Pukesmas, Balai Desa, Kantor IPHI, TK serta MIN. Sayangnya kondisi pandemi membuat sekolahan yang dulunya ramai jadi sepi. Namun saya telah mantap, akan meminta izin berjualan di situ. Pula saya menyatakan kesanggupan untuk turut menjaga dan membersihkan kantor veteran.

Baca Juga: Mendadak Tercium Bau Kemenyan

Singkat cerita, saya diizinkan oleh Ketua Ranting Andong. Tentu dengan peran besar dari bapak.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

X